Bandar Lampung

Closing Statement Hari Kedua Sosialisasi Pilrek Unila, Bakal Calon Rektor Ajak Civitas Akademika Bangun Unila Bersama

Closing Statement Hari Kedua Sosialisasi Pilrek Unila, Bakal Calon Rektor Ajak Civitas Akademika Bangun Unila Bersama

Sosialisasi bakal calon rektor Universitas Lampung. | Najwa

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sosialisasi bakal calon rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 hari kedua di Dekanat Fakultas Pertanian ditutup dengan penyampaian closing statement dari enam bakal calon, Rabu, 21 Oktober 2026.

Kegiatan sesi Fakultas Pertanian ini berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB.

Closing statement disampaikan berurutan mulai dari bakal calon rektor nomor urut 3 Warsito, nomor urut 4 Rudy, nomor urut 5 Asep Sukohar, nomor urut 6 Anna Gustina Zainal, nomor urut 1 Hamzah, dan terakhir nomor urut 2 Budiyono.

Warsito membuka sesi penutup dengan menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika. Ia mempersilakan publik menelusuri rekam jejaknya.

“Rekam jejak saya bukan sesuatu yang rahasia. Silakan dicari,” ujarnya.

Warsito berjanji bekerja dengan integritas dan dedikasi untuk memajukan Unila menjadi universitas berkelas dunia dan berdampak.

Ia juga mengajak semua pihak memastikan rusa tetap menjadi ikon Unila karena di sanalah fondasi kampus dibentuk.

Rudy menyatakan akan terus mewarnai pembangunan Unila ke depan menuju Unila yang berdampak dan bereputasi.

Ia mengajak civitas akademika mencatat komitmen yang telah disampaikan dan menagihnya pada waktunya.

Asep Sukohar menyatakan berkomitmen berikhtiar semaksimal mungkin untuk Unila. Ia juga ingin meninggalkan warisan bagi kampus di sisa umur yang ada.

Anna Gustina Zainal menyampaikan closing statement dengan kerendahan hati dan penuh rasa takzim.

Ia mengajak seluruh hadirin membangun Unila yang lebih unggul, siap bersaing secara global, dan berdampak dengan tetap berakar pada budaya dan kemandirian bangsa.

Ia menyebut Unila sebagai rumah besar bersama, tempat meningkatkan kompetensi diri, serta memohon dukungan dan doa agar Unila menjadi lebih baik.

Hamzah menegaskan bahwa dokumen visi, misi, dan program kerjanya merupakan komitmen intelektual dan moral, bukan sekadar syarat administratif, melainkan cetak biru untuk membawa Unila tumbuh progresif, inklusif, dan berdampak nyata.

Menurutnya, tujuan itu tidak mungkin dicapai sendirian.

“Ini membutuhkan dukungan, kolaborasi, dan sinergi dengan Bapak dan Ibu semua,” katanya.

Penyampaian terakhir datang dari Budiyono. Ia mendoakan agar hingga 29 Oktober seluruh pihak diberi kesehatan dan Unila memperoleh pemimpin terbaik.

“Saya bukan yang terbaik, tetapi saya akan berusaha jadi yang terbaik,” tuturnya.

Setelah seluruh bakal calon menyampaikan closing statement, moderator menyampaikan apresiasi kepada para bakal calon dan hadirin.

Acara ditutup dengan foto bersama dan pembacaan hamdalah.

Sosialisasi yang digelar panitia pemilihan rektor ini merupakan bagian dari tahap penyaringan Pilrek Unila 2027–2031.

Pada hari yang sama, sosialisasi dilanjutkan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) pukul 13.30–16.00 WIB.

Kunjungan ke fakultas berlangsung pada 20–23 Oktober 2026.

Selanjutnya, penyampaian program kerja di hadapan civitas akademika dijadwalkan di GSG Unila pada 28 Oktober 2026, disusul penetapan tiga calon rektor oleh Senat pada 29 Oktober 2026. [Najwa Kamila Faradisa]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda