Nusantara

Hebat! Cuma Persiapan 2,5 Hari, Mahasiswa Bahasa Prancis Unila Juara Reportase Nasional

Hebat! Cuma Persiapan 2,5 Hari, Mahasiswa Bahasa Prancis Unila Juara Reportase Nasional

Siti Sa'diyah

Wartalampung.id, Bandar Lampung — Keterbatasan fasilitas dan waktu tidak membendung semangat tim mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis (PS PBP) FKIP Universitas Lampung (Unila) untuk mengukir prestasi tingkat nasional.

Bermodalkan perangkat seadanya dan waktu persiapan yang terbilang singkat—hanya 2,5 hari—mereka sukses menyabet Juara II Lomba Reportase Bahasa Prancis dalam ajang Pekan Bahasa dan Seni yang diselenggarakan oleh FBS Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang diumumkan pada pada hari Sabtu, 10 Oktober 2026 lalu.

Tim yang terdiri dari Siti Sa’diyah, Michelle Sasha Sidabalok, Azzahra Nabila, Hudzaifah Ubaidillah Irfani, Simson Winata, Timotius Widiyanto, dan Zaki Al Farizi ini harus memutar otak agar bisa memproduksi video reportase yang berkualitas dalam waktu sangat terbatas.

Siti Sa’diyah, salah satu anggota tim, menceritakan dalam wawancaranya Kamis (15/10/2026) bagaimana padatnya ritme kerja yang harus mereka jalani demi mengejar tenggat waktu perlombaan.

“Persiapan kami benar-benar dengan perangkat seadanya, tetapi didorong usaha dan semangat yang luar biasa. Kami hanya memiliki waktu sekitar dua setengah hari—setengah hari untuk menyusun naskah, satu hari pengambilan gambar di beberapa lokasi, dan satu hari untuk proses editing,” tutur Diyah.

Dalam pembagian tugas produksi, enam anggota tim berperan langsung sebagai talent di depan kamera, sedangkan Diyah bertanggung jawab menggarap penulisan naskah, videografi, hingga penyuntingan akhir video.

Tantangan keterbatasan alat dan waktu justru memacu kreativitas serta solidaritas mereka. Dukungan moral dan pendampingan lapangan dari Dosen Pembimbing sekaligus Koordinator Prodi Setia Rini, menjadi kunci penguat mental tim selama proses produksi berlangsung.

“Jujur, kami tidak menyangka bisa meraih Juara 2 di tingkat nasional. Pengalaman ini sangat berharga karena membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menghasilkan karya terbaik,” ungkapnya penuh rasa syukur. [Mirliana Amira]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda