Revanny Deya Salwa
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Prancis Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) angkatan 2023, Revanny Deya Salwa, berhasil lolos dan terpilih dalam program 2026 Intercultural Virtual Exchange Program.
Program kolaborasi internasional ini diselenggarakan antara FKIP Universitas Lampung dan University of Limerick, Irlandia. Revanny terpilih untuk mengikuti skema program S1 – CU4131: Exploring Societal Challenges Through Intercultural Virtual Exchange.
Revanny menceritakan awal mula ketertarikannya terhadap program pertukaran budaya virtual ini. Ia pertama kali mengetahui informasi program melalui baliho/banner yang terpasang di samping Klinik FKIP Unila serta dari Koordinator Prodi, Setia Rini.
“Awalnya saya tahu dari banner di samping klinik FKIP dan poster dari Madam Setia. Dari situ saya baca bahwa program ini berfokus pada global education dan cultural exchange antara Unila dan University of Limerick, serta bermanfaat untuk melatih communication skills,” ungkap Revanny.
Meski sempat merasa kurang percaya diri dengan kemampuan komunikasinya, dorongan untuk mengambil kesempatan berharga ini membuatnya memberanikan diri untuk mendaftar.
Proses seleksi diawali dengan pendaftaran melalui kelas, dilanjutkan dengan tahap seleksi dan wawancara bersama dosen Bahasa Inggris, Yanuar Dwi Prastyo.
“Awalnya tidak menyangka bisa lolos karena merasa communication skills saya masih biasa saja dibanding peserta lain. Namun, saat wawancara saya berusaha menjawab semua pertanyaan dari Pak Yanuar Dwi Prastyo secara lugas dan tanpa ragu. Alhamdulillah ternyata diberi kesempatan ini,” tambahnya.
Bagi Revanny, kesempatan ini terasa makin istimewa. Walaupun program ini umumnya didominasi oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, ia sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis berhasil membuktikan diri dan meraih posisi sebagai peserta terpilih.
Mengenai hal yang paling menarik dari program pertukaran budaya virtual ini, Revanny mengungkapkan rasa penasarannya untuk mempelajari sistem pendidikan serta kebudayaan masyarakat Irlandia.
Menurutnya, meskipun dilakukan secara virtual yang mungkin terbatas oleh perbedaan zona waktu dan koneksi internet, pengalaman bertukar wawasan lintas negara tetap sangat berharga.
“Harapan saya setelah mengikuti program ini adalah bisa mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang budaya dan sistem pendidikan di Irlandia. Semoga wawasan tersebut nantinya bisa diimplementasikan dalam kehidupan serta dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Lampung,” pungkasnya.
Program Intercultural Virtual Exchange 2026 ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para mahasiswa FKIP Unila untuk memperluas wawasan global, memperkuat jejaring lintas budaya, serta memperoleh pengalaman belajar internasional yang berharga. [Putu Suati Kartika Dewi]

Tinggalkan Komentar Anda