Mancanegara

Zahra Nur Shafa Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Lolos Intercultural Virtual Exchange University of Limerick

Zahra Nur Shafa Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Lolos Intercultural Virtual Exchange University of Limerick

Zahra. | Mirliana

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (FKIP UNILA) bekerja sama dengan Faculty of Humanities, Arts, and Social Sciences, University of Limerick, Irlandia, menyelenggarakan program 2026 Intercultural Virtual Exchange Program.

Pengumuman hasil seleksi disampaikan pada Selasa (6/10/2026) melalui Instagram Fakultas.

Di antara deretan nama yang lolos, tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis (PS PBP) FKIP UNILA berhasil mengamankan tempat, yaitu M. Rafif Indharto, Zahra Nur Shafa, dan Revanny Deya Salwa.

Ketiganya bakal mengikuti modul CU4131 – Exploring Societal Challenges Through Intercultural Virtual Exchange bersama mahasiswa dari berbagai jurusan di FKIP UNILA dan University of Limerick.

Zahra Nur Shafa, mahasiswa angkatan 2023, mengungkapkan alasannya tertarik mengikuti program ini adalah untuk memperluas wawasan global sebagai calon pendidik.

“Sebagai mahasiswa FKIP dan calon pendidik, saya merasa penting untuk punya wawasan global. Saya ingin merasakan pengalaman diskusi internasional tanpa harus ke luar negeri dan melihat bagaimana mahasiswa dari negara lain memandang isu yang sama,” ujar Zahra saat diwawancarai secara daring.

Informasi mengenai program ini diperolehnya langsung dari Koordinator Program Studi, Setia Rini melalui WhatsApp grup.

Tahapan seleksi yang diselenggarakan oleh FKIP Unila meliputi pendaftaran via formulir daring, penyusunan esai motivasi berbahasa Inggris untuk menunjukkan kemampuan bahasa oral dan tertulis, hingga sesi wawancara.

Meski sempat merasa ragu dengan kemampuannya, Zahra menekankan pentingnya kejujuran dan motivasi belajar yang tinggi selama proses seleksi.

Keterbukaan pikiran dan kemampuan mendengarkan menjadi nilai tambah baginya hingga dinyatakan lolos.

“Sebenarnya sempat tidak percaya diri dan minder, namun saya sangat termotivasi untuk belajar. Sebagai mahasiswa FKIP, saya terbiasa untuk berpikir terbuka dan mendengarkan perspektif orang lain,” ungkapnya.

Melalui program modul CU4131 ini, Zahra berharap dapat mendalami sistem pendidikan di Irlandia, kehidupan mahasiswa setempat, serta cara mereka menyikapi isu-isu sosial dan keseimbangan hidup.

Menurutnya, pertukaran virtual memberikan fleksibilitas tanpa hambatan jarak dan biaya, sekaligus melatih kemampuan komunikasi aktif serta adaptasi terhadap perbedaan budaya maupun zona waktu.

Ia berharap pengalaman ini dapat meningkatkan kepercayaan dirinya dalam berinteraksi di tingkat internasional dan membawa perspektif global dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia pendidikan kelak. [Mirliana Amira]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda