Bandar Lampung

Rumah Singgah Pasien YBM PLN di Bandar Lampung Berganti Jadi Griya Singgah Pasien pada 25 November

Rumah Singgah Pasien YBM PLN di Bandar Lampung Berganti Jadi Griya Singgah Pasien pada 25 November

Mirham Yulianto. | Najwa

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Rumah singgah pasien di Kelurahan Surabaya, Bandar Lampung, direncanakan beralih menjadi Griya Singgah Pasien (GSP) pada 25 November.

Rumah singgah yang selama ini dikelola bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) itu nantinya dikelola penuh oleh Yayasan Baitulmal (YBM) Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Peralihan ini dilakukan karena kerja sama dengan IZI akan berakhir, tetapi perubahan tersebut belum resmi diberlakukan.

Rumah Singgah Pasien (RSP) merupakan inisiatif YBM PLN yang selama ini dikelola Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) IZI Lampung. Sejak 2018, layanan ini dibuka bagi masyarakat Provinsi Lampung. Pasien tidak dipungut biaya, termasuk untuk layanan kebersihan dan konsumsi.

Pengurus rumah singgah, Mirham Yulianto, mengatakan nama IZI tidak akan lagi dicantumkan setelah peralihan.

Saat ditemui di lokasi, ia menyebut program ini merupakan kebijakan pusat yang dijalankan di seluruh provinsi.

“Tulisan IZI itu sudah tidak ada mulai 25 November,” kata Mirham.

Ia menegaskan program ini dikendalikan dari Jakarta.

“Ini programnya terpusat, langsung dari Jakarta,” ujarnya.

Lampung menjadi provinsi terakhir yang menjalankan GSP, sedangkan Jakarta, Bandung, dan daerah lain sudah lebih dulu.

Tujuan utama program ini adalah memudahkan masyarakat dari daerah, terutama fakir miskin, yang harus berobat di Bandar Lampung. Dana program berasal dari zakat karyawan PLN.

“Salah satu penyaluran dana zakat PLN ke bidang kesehatan,” kata Mirham.

Menurutnya, rumah singgah dibutuhkan karena pasien harus menjalani pengobatan berkelanjutan.

“Pasiennya hampir 90 persen kanker,” ujarnya.

Peralihan ini juga membawa pergantian pengurus.

Saat ini ada tiga pengurus laki-laki, dan setelah peralihan akan bertambah pengurus perempuan.

Informasi program juga disosialisasikan kepada seluruh karyawan PLN di daerah, sehingga keluarga karyawan yang dirujuk ke rumah sakit dapat menginap di sana. [Najwa Kamila Faradisa]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda