Bandar Lampung

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis Pilih Musikal Bernuansa Eropa di Gebyar FKIP 2026

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis Pilih Musikal Bernuansa Eropa di Gebyar FKIP 2026

Mahasiswa FKIP Unila. | Helen

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila), menggelar Gebyar FKIP 2026, Jumat (2/10).

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa FKIP untuk berkumpul, membangun kebersamaan, serta meramaikan lingkungan kampus melalui berbagai rangkaian kegiatan.

Gebyar FKIP 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa Baru untuk menampilkan kreativitas dan bakat melalui berbagai pertunjukan.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis angkatan 2026 turut berpartisipasi dengan membawakan pertunjukan musikal bernuansa Eropa.

Mereka memilih konsep musikal, setelah sebelumnya sempat merencanakan pertunjukan teater.

Rachmania Adzura, mahasiswa, mengatakan, kelompoknya sempat bingung menentukan konsep pertunjukan yang memiliki unsur Prancis.

Setelah mempertimbangkan beberapa pilihan seperti musik dan tari, mereka akhirnya memilih konsep musikal dengan nuansa Eropa.

“Awalnya kami mau menampilkan teater, tetapi karena durasinya 19 menit sedangkan panitia membatasi 10 menit, akhirnya konsepnya kami rombak menjadi musikal,” ujar Rachmania.

Perubahan konsep dilakukan meski mereka telah mempersiapkan teater selama beberapa waktu. Mereka kemudian menyesuaikan kembali penampilan, agar tetap dapat ditampilkan dalam waktu yang telah ditentukan.

Persiapan pertunjukan dilakukan secara mandiri oleh para mahasiswa angkatan 2026. Mulai dari konsep penampilan hingga perlengkapan yang digunakan dipersiapkan sendiri oleh anggota kelompok.

Jelita Yolansyah, mahasiswa lainnya, mengatakan, proses persiapan tersebut cukup menguras tenaga, waktu, dan energi.

Namun, proses latihan juga membuat para anggota kelompok semakin dekat dan membangun rasa kekeluargaan.

“Memang ada rasa capek karena latihan menguras tenaga, energi, dan waktu, tetapi akhirnya penampilan bisa terselenggara dengan baik,” katanya.

Selain menghasilkan sebuah pertunjukan, proses latihan juga menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka. Para anggota yang sebelumnya tidak terlalu sering berinteraksi, menjadi lebih akrab karena harus bekerja sama dalam satu penampilan.

Safani Zahra Rulia, mahasiswa, berharap pengalaman tersebut dapat mempererat hubungan antarmahasiswa.

Jika kembali mendapat kesempatan tampil, mereka ingin membawakan pertunjukan teater dengan konsep yang lebih matang dan durasi yang sesuai dengan ketentuan panitia.

“Kalau diberi kesempatan lagi, saya memilih teater supaya bisa lebih keren, tetapi dengan durasi yang masuk akal,” ujar Safani.

Melalui pertunjukan tersebut, mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis angkatan 2026 tidak hanya memperkenalkan nuansa Eropa dalam Gebyar FKIP 2026, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru dalam bekerja sama dan mengembangkan kreativitas.

Penampilan musikal itu menjadi bagian dari proses mereka membangun kebersamaan. [Helen Meldiana]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda