Nusantara

Alumnus Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Alvina Zahra Mengajar Sekolah Anak Merdeka, Gunakan Lagu dan Budaya

Alumnus Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Alvina Zahra Mengajar Sekolah Anak Merdeka, Gunakan Lagu dan Budaya

Anak-anak belajar bahasa Prancis.

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mengajarkan bahasa asing kepada anak-anak membutuhkan pendekatan yang menyenangkan agar materi lebih mudah diterima.

Hal tersebut diterapkan Alvina Zahra, alumni Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila angkatan 2022 yang kini mengajar bahasa Prancis di Sekolah Anak Merdeka, Tangerang, dengan memanfaatkan lagu, permainan, dan pengenalan budaya Prancis dalam proses pembelajaran.

Alvina mengatakan kemampuan bahasa Prancis yang diperolehnya selama perkuliahan masih digunakan dalam kegiatan mengajar sehari-hari.

Pada tahap awal pembelajaran, ia memilih menggunakan lagu untuk mengenalkan kosakata sederhana yang dekat dengan anak-anak.

“Karena saya mengajar anak-anak, terutama pada tahap awal, saya mencoba mengenalkan Bahasa Prancis melalui sesuatu yang dekat dan menyenangkan bagi mereka, salah satunya melalui lagu,” ujar Alvina.

Melalui lagu, Alvina memilih kosakata sederhana yang dapat dikenali dan diingat siswa, seperti dalam bahasa Prancis la main yang berarti tangan.

Setelah siswa mulai terbiasa dengan bahasa tersebut, pembelajaran kemudian dikembangkan dengan memperkenalkan berbagai aspek budaya Prancis, seperti film, makanan, kota, dan kebiasaan sehari-hari.

Namun, Alvina mengaku menghadapi tantangan dalam mengajarkan Bahasa Prancis kepada anak-anak, terutama karena kemampuan membaca dan pronunciation setiap siswa berbeda.

Untuk mengatasinya, ia memberikan contoh pengucapan secara perlahan sembari menunjukkan bentuk tulisan bahasa Prancis yang sebenarnya.

“Penggunaan lagu, permainan, dan aktivitas yang interaktif juga membantu anak lebih mudah mengingat kosakata dan pronunciation,” ungkapnya.

Menurut Alvina, keterampilan yang diperoleh selama kuliah, mulai dari compréhension orale, compréhension écrite, production orale, hingga production écrite, masih terasa manfaatnya dalam pekerjaan.

Selain kemampuan bahasa, pengalaman micro-teaching dan seni pertunjukan juga membantunya menggunakan ekspresi, gesture, dan intonasi agar pembelajaran lebih menarik bagi anak-anak. [Mirliana Amira]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda