Da'ifatus Sifa
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Rangkaian Muli Mekhanai Universitas Lampung (Unila) 2026 resmi berakhir dan meninggalkan kesan mendalam bagi para finalisnya.
Salah satunya Da’ifatus Sifa, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis (PS PBP) FKIP Unila angkatan 2025, yang berhasil meraih gelar Muli Lingkungan dan Sumber Daya Alam.
Perempuan kelahiran Gisting, 4 Juli 2007, sekaligus alumni MA Mathlaul Anwar ini mengaku bersyukur setelah menuntaskan seluruh rangkaian acara. Hal itu disampaikannya kepada Wartalampung.id dalam wawancara melalui pesan daring, Senin (28/9/2026) malam.
“Yang pertama saya rasakan tentu bersyukur dan senang,” ujar Dai kepada wartalampung.id hari ini.
Dai mengikuti Muli Mekhanai Unila untuk menambah wawasan dan melatih kepercayaan diri. Baginya, masa kuliah tidak boleh berhenti pada rutinitas perkuliahan.
“Masa kuliah bukan hanya tentang datang ke kelas lalu pulang,” tuturnya.
Sebelum seleksi, ia mempelajari Unila, budaya Lampung, hingga isu kemahasiswaan. Ia juga berlatih public speaking dan menyiapkan mental karena mengaku mudah gugup saat berbicara di depan banyak orang.
Tahapan yang paling berkesan baginya adalah malam bakat. Penampilan menyanyi yang sudah dipersiapkan sekitar sebulan nyaris terganjal karena ia mengalami radang tenggorokan tiga hari sebelum tampil.
“Saya sempat radang sampai kehilangan suara,” kenangnya.
Sempat terpikir untuk menyerah, Dai memilih menjaga stamina dan fokus pada pemulihan. Ia akhirnya tetap bisa tampil di atas panggung. Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa proses lebih penting daripada hasil yang sempurna.
“Yang paling penting bukan tampil sempurna,” ujarnya.
Selain kondisi kesehatan, tantangan terbesar lainnya adalah rasa gugup dan kurang percaya diri. Ada kalanya ia sudah tahu apa yang ingin disampaikan, tetapi justru kehilangan arah saat berada di depan banyak orang.
“Saya terlalu memikirkan jawaban sampai akhirnya bisa blank,” katanya.
Untuk mengatasinya, Dai berusaha lebih tenang dan tidak takut salah. Ia juga membiasakan diri berbicara di depan orang lain lewat latihan terus-menerus.
“Saya lebih fokus pada apa yang ingin saya sampaikan,” pungkasnya. [Najwa Kamila Faradisa]

Tinggalkan Komentar Anda