Warsito. | Mirliana
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, menegaskan bahwa penguasaan bahasa Prancis memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM unggul sesuai Astacita keempat pemerintah, yakni penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan.
Hal tersebut disampaikannya saat mengisi kuliah interaktif bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung (Unila) dalam acara Francetival 2026 hari ketiga, Rabu (23/9/2026).
Dalam pemaparannya, Prof. Warsito meminta mahasiswa untuk tidak menganggap bahasa Prancis hanya sebagai alat berkomunikasi sehari-hari, melainkan sebagai media untuk menguasai peradaban dan kemajuan teknologi global.
“Bahasa Prancis adalah salah satu bahasa resmi internasional. Menguasainya berarti membuka pintu masuk untuk berinteraksi dengan masyarakat global, mengakses literatur ilmu pengetahuan, dan memahami kemajuan sains dunia,” ujar Warsito.
Lebih lanjut, mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris ini memaparkan bahwa status Prancis sebagai mitra strategis Indonesia membuka peluang kerja dan investasi yang sangat luas. Kerja sama bilateral tidak hanya di bidang politik, tetapi juga pertahanan, pendidikan, hingga perdagangan.
Menurutnya, banyak perusahaan internasional asal Prancis—seperti Decathlon di bidang industri olahraga—yang terus berekspansi di Indonesia dan membutuhkan tenaga kerja yang menguasai bahasa serta budaya Prancis.
Selain itu, peluang karier di Kementerian Luar Negeri, magang di instansi diplomatik, serta beasiswa studi lanjut (S2/S3) di Eropa sangat terbuka lebar bagi lulusan prodi ini.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Prof. Warsito menitipkan lima pesan utama bagi mahasiswa: Maîtrise (penguasaan bahasa), Curiosité (rasa ingin tahu), Adaptabilité (kemampuan beradaptasi), Créativité (kreativitas), dan Contribution (kontribusi untuk bangsa). [Mirliana Amira]

Tinggalkan Komentar Anda