Bandar Lampung

Antusiasme Penonton Sambut Penampilan PS PBP di Unila Art Festival 2026: “Bahasa Prancis Ternyata Seru!”

Antusiasme Penonton Sambut Penampilan PS PBP di Unila Art Festival 2026: “Bahasa Prancis Ternyata Seru!”

Salwa Nafisa. | Najwa

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Penampilan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis (PS PBP) FKIP Universitas Lampung mencuri perhatian penonton dalam Unila Art Festival 2026 yang digelar, Kamis (17/9).

Festival ini berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 September 2026, di area Parkir Terpadu Universitas Lampung, dalam rangka Dies Natalis ke-61 Unila.

Mahasiswa PS PBP menampilkan sejumlah pertunjukan musik dan sastra, baik berbahasa Prancis, Indonesia, maupun perpaduan keduanya.

Salah satunya lagu “Le Festin” yang dinyanyikan Azzahra Nabila angkatan 2025, diiringi permainan gitar Hudzaifah Ubaidillah Irfani yang juga angkatan 2025.

Sejumlah mahasiswa lintas angkatan turut menampilkan musik tradisional Gamolan Sakti dipadukan lagu “Champs Elysées”. Penampilan kolaboratif ini melibatkan 13 mahasiswa PS PBP dari angkatan 2023, 2024, dan 2025 secara berkelompok.

Penampilan lain menghadirkan musik tradisional “Laskar Pelangi” versi campuran Indonesia-Prancis.

Penampilan ini turut menampilkan Amanda Saras Ayu Anggita dan Buby Adian Ibrahim, dua mahasiswa yang tengah bersiap mengikuti program student exchange, sebagai satu-satunya penampilan keduanya di ajang ini.

Selain musik, PS PBP juga menampilkan pembacaan puisi berbahasa Indonesia oleh Zaki Al Farizi angkatan 2024, peraih Juara 1 Nasional Peksiminas cabang Membaca Puisi Putra. Turut ditampilkan lagu keroncong “Sepercik Nyala Api” oleh Timotius Widiyanto, juga angkatan 2024.

Salah satu penonton, Salwa Nafisa, mahasiswi Program Studi Perikanan dan Kelautan angkatan 2023, mengaku terkesan dengan penampilan PS PBP. Ia menyampaikan kesannya dalam wawancara langsung di lokasi acara, Kamis (17/9).

Salwa menyebut penampilan tersebut menjadi pengalaman pertamanya mendengar lagu Indonesia yang diterjemahkan ke bahasa Prancis.

“Ini metode yang sangat menyenangkan untuk memperkenalkan bahasa Prancis,” ujarnya.

Ia mengaku baru mengetahui bahwa mahasiswa PS PBP memiliki kemampuan seni yang beragam, mulai dari musik keroncong hingga sastra.

Penampilan puisi oleh Zaki, menurutnya, turut menjiwai dan berpotensi menumbuhkan minat generasi muda terhadap sastra.

“Puisinya sangat keren, bisa bikin anak muda minat sama puisi,” katanya.

Salwa menambahkan, ini menjadi kali pertama dirinya menonton pertunjukan bertema Prancis di lingkungan kampus. Ia mengaku terkesan dengan suasana festival yang turut dimeriahkan berbagai bazar.

“Kesannya sangat menyenangkan, penampilannya unik dan menarik,” tutupnya.

Selain panggung seni PS PBP, Unila Art Festival 2026 turut diramaikan kompetisi dan unjuk bakat dari kalangan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa lintas program studi.

Kategori yang dipertandingkan meliputi band, grup vokal, paduan suara, musik tradisional, tari tradisional, teater musikal, musikalisasi puisi, hingga dance.

Selain itu, di lingkungan kampus pada hari yang sama juga berlangsung rangkaian penutupan dan ekshibisi turnamen tenis lapangan, serta lomba cepat tepat (LCT) MIPA ke-39 di FKIP Unila.

Rangkaian Unila Art Festival 2026 masih akan berlanjut pada Jumat, 18 September 2026, dengan kompetisi unjuk bakat seni yang didominasi pertunjukan kelompok seperti paduan suara, musik tradisional, grup vokal, dan ansambel musik.

Pada hari yang sama, berlangsung pula babak kualifikasi dan semifinal 16 cabang olahraga mahasiswa dalam rangkaian Pomnila 2026 di berbagai fasilitas olahraga kampus, seperti Lapangan Basket dan Stadion Unila.

Puncak sekaligus penutupan Unila Art Festival 2026 akan digelar pada Sabtu, 19 September 2026.

Agenda hari terakhir ini diisi final kategori modern seperti band, dance, dan teater musikal, pengumuman pemenang seluruh tangkai lomba, hingga panggung hiburan penutup.

Pada hari yang sama, akan berlangsung pula perebutan medali emas Pomnila 2026 sebelum penutupan resmi keesokan harinya. [Najwa Kamila Faradisa]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda