Nafisya Melinda
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Penampilan tari tradisional Lampung dari Nafisya Melinda mencuri perhatian dalam ajang pemilihan Duta Prodi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Mahasiswi Program Studi Manajemen Pemasaran Pariwisata angkatan 2027 asal Lampung itu membawakan tari Muli Siger dalam ajang tersebut. Ia membagikan pengalamannya dalam wawancara daring melalui chat, Selasa (8/9).
“Rasanya sayang kalau kesempatan itu tidak aku gunakan untuk mengenalkan budaya Lampung,” ujar Nafisya kepada wartalampung.id hari ini.
Ia menjelaskan alasannya memilih tari daerah dibanding budaya lain.
Nafisya menyebut respons penonton terhadap penampilan tari Muli Siger cukup positif. Sejumlah penonton yang sebelumnya belum familiar dengan tari tersebut mengaku penasaran dan bertanya lebih lanjut usai pertunjukan.
Baginya, rasa ingin tahu penonton itu sudah menjadi keberhasilan kecil tersendiri. Ia menilai tarian yang dibawakan bukan sekadar gerakan, melainkan sarat nilai budaya dan identitas daerah.
“Membawakan tari Lampung jadi bentuk kecil rasa bangga terhadap daerah asal,” katanya.
Sebagai informasi, Muli Siger merupakan tari kreasi baru khas Lampung yang mengangkat tema gadis-gadis Lampung yang tengah berhias diri dengan mengenakan siger, mahkota emas yang menjadi simbol kehormatan adat setempat.
Gerakan tarian ini banyak mengadopsi unsur dari seni cangget dan Tari Sigeh Pengunten, dengan penekanan pada kelincahan gerak dan pengembangan komposisi tari.
Nafisya menilai penting memperkenalkan budaya daerah di lingkungan kampus multikultural seperti UPI. Menurutnya, kampus adalah ruang bertemunya berbagai budaya yang seharusnya saling diperkenalkan, bukan justru ditinggalkan.
Selain Muli Siger, sejumlah tari tradisional Lampung lain yang telah dibawakan Nafisya antara lain Muli Ngantak Pengasan, Persembahan, dan Bedana Kreasi, ditambah tari kreasi Sesegoan dan Ngedekut. Di bidang tari, ia pernah meraih Juara 1 tingkat Kabupaten Pesisir Barat.
“Budaya akan terus hidup kalau generasi muda mau mengenalkan dan membawanya ke ruang-ruang baru,” tutupnya. [Najwa Kamila Faradisa]

Tinggalkan Komentar Anda