Pengabdian FK Unila. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Peningkatan Pemahaman Ibu dengan Balita Mengenai Pentingnya Zat Besi dalam Menunjang Tumbuh Kembang Anak di Posyandu Sidomuncul, Kelurahan Way Dadi Baru, Senin, 24 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB tersebut diikuti oleh 22 ibu dengan balita. Kegiatan dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pemenuhan gizi anak, khususnya terkait kebutuhan zat besi pada masa balita.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi edukasi mengenai pengertian dan fungsi zat besi, dampak kekurangan zat besi terhadap kesehatan serta tumbuh kembang anak, sumber makanan kaya zat besi, cara meningkatkan penyerapan zat besi, serta pentingnya pemberian suplementasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan pemberian pertanyaan kepada peserta. Antusiasme terlihat dari keaktifan ibu balita dalam menjawab pertanyaan serta menyampaikan berbagai pengalaman dan pertanyaan terkait pola makan anak sehari-hari.
Ketua kegiatan, dr. Maya Ganda Ratna, M.Biomed., menyampaikan bahwa edukasi mengenai zat besi perlu dilakukan secara berkelanjutan karena pemenuhan zat besi memiliki peranan penting dalam mendukung kesehatan dan perkembangan anak.
“Zat besi merupakan salah satu zat gizi mikro yang sangat penting bagi anak, terutama pada masa balita ketika pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Kekurangan zat besi tidak hanya berkaitan dengan anemia, tetapi juga dapat berdampak pada aktivitas, konsentrasi, serta proses tumbuh kembang anak,” ujar dr. Maya.
Menurutnya, pemahaman orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan anak memperoleh asupan zat besi yang cukup melalui makanan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang sederhana dan praktis kepada ibu balita. Tidak harus dengan makanan yang mahal, tetapi bagaimana keluarga dapat memilih sumber makanan yang mengandung zat besi, memadukannya dengan sumber vitamin C untuk membantu penyerapan, serta menghindari kebiasaan yang dapat menghambat penyerapan zat besi,” tambahnya.
Pelaksanaan kegiatan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Ketua RT, Yanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim Fakultas Kedokteran Universitas Lampung yang telah melaksanakan kegiatan edukasi di lingkungan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Kedokteran Universitas Lampung yang telah datang dan memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu. Materinya sangat bermanfaat karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ungkap Yanto.
Menurutnya, kegiatan edukasi kesehatan seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Antusiasme juga disampaikan oleh salah satu peserta yang mengikuti kegiatan. Peserta mengungkapkan bahwa penyuluhan memberikan pengetahuan baru mengenai pemilihan makanan dan kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan penyerapan zat besi.
Peserta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dengan topik yang dekat dengan kebutuhan ibu dan anak.
“Penyampaiannya mudah dipahami dan kami juga diberi kesempatan untuk bertanya. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena sangat membantu ibu-ibu dalam memahami cara memberikan makanan yang baik untuk anak,” ujar salah satu peserta.
Melalui kegiatan tersebut, FK Unila berharap terjadi peningkatan pemahaman ibu balita dan kader Posyandu mengenai pentingnya zat besi dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat mendorong penerapan pola makan yang lebih beragam dan bergizi serta meningkatkan perhatian keluarga terhadap pencegahan kekurangan zat besi pada anak.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Fakultas Kedokteran Universitas Lampung untuk menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, kader Posyandu, dan masyarakat, diharapkan edukasi kesehatan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan generasi anak yang sehat, aktif, dan memiliki tumbuh kembang yang optimal. []

Tinggalkan Komentar Anda