Galuh Ayu Pratiwi. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Perjalanan panjang Galuh Ayu Pratiwi dalam menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) berbuah manis setelah dinyatakan lulus dalam yudisium program sarjana dengan IPK 3,83 hari ini.
Selama menjalani perkuliahan, Galuh mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga, mulai dari mempelajari teori pendidikan, menyusun modul ajar, mengikuti microteaching, hingga praktik mengajar di sekolah.
Menurutnya, pengalaman praktik mengajar menjadi salah satu momen paling berkesan karena dapat merasakan langsung bagaimana menjadi seorang pendidik dan menghadapi beragam karakter siswa.
“Momen pertama kali berdiri di depan kelas, ngadepin karakter murid yang beda-beda, dan bikin mereka mengerti materi yang saya bawa itu rasanya priceless.” ujar Galuh kepada wartalampung.id saat mengenang pengalaman pertamanya berdiri di depan kelas.
Ia menyebutkan, manajemen waktu dan menjaga mental menjadi tantangan terbesar selama kuliah, terlebih ketika harus membagi fokus antara perkuliahan, persiapan praktik mengajar, penyusunan skripsi, hingga kehidupan pribadi.
Momen kelulusan pun menjadi pengalaman yang penuh haru. Setelah melewati berbagai revisi, kurang tidur, serta rasa ragu selama menyelesaikan skripsi, Galuh akhirnya dapat merasakan lega dan bangga karena berhasil menuntaskan pendidikan yang telah dimulainya.
Ke depan, Galuh berencana beristirahat sejenak sembari mempersiapkan diri memasuki dunia kerja dengan melamar ke sekolah maupun lembaga pendidikan. Ia juga berkomitmen terus meningkatkan keterampilan mengajar dan mengikuti sertifikasi yang relevan.
Kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan kuliah dan skripsi, Galuh berpesan agar tetap menikmati setiap proses dan tidak mudah menyerah.
“Skripsi yang baik itu skripsi yang selesai, bukan yang sempurna,” pesannya. [Helen Meldiana]

Tinggalkan Komentar Anda