Ustaz Solmed. | Humas SMAN 2 Bandar Lampung
WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Masjid Nurul Hidayah, SMA Negeri 2 Bandar Lampung, menjadi lokasi Safari Dakwah Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw sekaligus Peduli Korban Gempa NTT yang digelar Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Provinsi Lampung bersama Sahabat Yatim Indonesia, Kamis (28/8).
Acara yang mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah saw untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas, Peradaban Bermartabat, dan Negara Berdaulat” ini menghadirkan Ustaz Solmed sebagai penceramah utama.
Acara diawali sambutan dari Ketua PW Salimah Lampung Rita Aprilyawati, serta perkenalan singkat program dari Sahabat Yatim Indonesia.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Solmed menekankan betapa mudahnya jalan menuju surga bagi umat Nabi Muhammad saw selama masih memiliki iman.
Ia mengutip hadis riwayat Ahmad yang menyebut bahwa Rasulullah telah merindukan dan mendoakan umatnya yang datang setelah beliau wafat, meski tidak pernah bertemu langsung dengan beliau.
“Kulu ummati yadkhulunal jannah. Semua umatmu, semuanya, tidak terkecuali, selama ada iman di hati. La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah, maka tempat akhirnya adalah surga. Illa man aba, kecuali yang tidak mau,” ujar Ustaz Solmed.
Ia kemudian mengajak jamaah untuk memperbanyak niat baik karena niat tidak memerlukan biaya namun tetap bernilai pahala di sisi Allah swt, bahkan sebelum perbuatan nyata.
“Sebuah kebaikan baru rencana saja sudah dinilai pahala oleh Allah swt. Maka mulai hari ini, segenap jamaah majelis taklim Salimah, perbanyak rencana baik, perbanyak niat baik, karena niat dan rencana baik itu tidak pernah rugi,” pesannya.
Untuk memperkuat pesannya, Ustaz Solmed menceritakan kisah seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil yang termaktub dalam kitab Uqud al-Lujjain.
Dikisahkan, sang ahli ibadah hanya membayangkan mengubah gunung pasir menjadi gandum untuk dibagikan kepada orang-orang yang kelaparan.
Meski baru sebatas angan-angan dan belum terwujud, niat tersebut telah dicatat Allah swt sebagai pahala baginya.
Ustaz Solmed juga mengingatkan jamaah agar tidak pelit dalam berniat baik, sebagaimana mereka biasa leluasa berandai-andai dalam hal-hal duniawi.
Ia menegaskan bahwa niat baik, sekecil apa pun, tidak pernah merugikan siapa pun yang mengucapkannya dalam hati.
Ustaz Solmed menutup tausiyahnya dengan mengingatkan bahwa dari keluarga yang dibina dengan akhlak Rasulullah SAW, kelak akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa—mulai dari kepala daerah hingga pemimpin negara—sejalan dengan tema besar peradaban dan negara berdaulat yang diusung dalam kegiatan tersebut. [Najwa Kamila Faradisa]

Tinggalkan Komentar Anda