Rita Aprilyawati. | Mirliana Amira
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw menjadi momentum penting untuk menebar empati dan kepedulian sosial terhadap sesama.
Pesan tersebut ditekankan oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Lampung, Rita Aprilyawati, saat membuka secara resmi gelaran Safari Dakwah Maulid Nabi Muhammad saw & Peduli Korban Gempa NTT di Masjid Nurul Hidayah SMAN 2 Bandar Lampung, Jalan Amir Hamzah No. 01, Gotong Royong, Tanjungkarang Pusat, Jumat (28/8/2026).
Acara bertema “Meneladani Akhlak Rasulullah saw untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas, Peradaban Bermartabat & Negara Berdaulat” ini dihadiri oleh ratusan jemaah ibu-ibu dari berbagai majelis taklim se-Kota Bandar Lampung.
Rangkaian acara diawali pembukaan resmi pukul 13.15 WIB, dilanjutkan pembacaan Surah Al-Kahfi ayat 1–10 pada pukul 13.21 WIB, senandung Asmaulhusna oleh Majelis Taklim Lailatul Qadar pukul 13.27 WIB, serta doa oleh Ba’diyah Mu’min pada pukul 13.36 WIB.
Dalam sambutannya saat membuka acara tepat pukul 14.02 WIB, Rita menggarisbawahi bahwa kegiatan ini diselenggarakan bukan sekadar seremonial rutin, melainkan sebagai wadah pengingat dan aksi nyata kepedulian.
Kata Rita, Maulid Nabi ini bukan hanya peringatan seremonial, melainkan pengingat bagi kita sebagai umat Nabi Muhammad untuk selalu berupaya menjadi umat yang dibanggakan dan memperkuat muhasabah diri.
Ia menuturkan, momentum ini sekaligus menjadi ajang penggalangan dana bagi saudara-saudara kita korban gempa NTT serta anak-anak yatim.
Kepedulian tersebut diperkuat melalui pemaparan Hadi, perwakilan lembaga Amil Zakat Nasional Sahabat Yatim Indonesia yang bertindak sebagai mitra penyalur bantuan.
Dalam presentasinya, Hadi membagikan kisah perjuangan anak-anak binaan di 26 asrama Sahabat Yatim yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk fasilitas asrama yang berlokasi di Way Halim, Bandar Lampung.
Penyaluran bantuan kemanusiaan ini ditujukan bagi korban bencana gempa NTT serta anak-anak binaan di asrama Sahabat Yatim.
Panitia memfasilitasi donasi melalui beberapa skema. Pembagian amplop donasi yang disisipkan bersamaan dengan pembagian kudapan/makanan ringan.
Saat proses penarikan atau pengumpulan amplop kembali dari jemaah, suasana dipandu dengan lantunan salawat secara bersama-sama.
Jemaah juga dapat memberikan donasi secara nontunai melalui pemindaian kode QRIS maupun transfer bank yang tertera pada flyer informasi acara.
Pihak panitia bersama Sahabat Yatim turut mengadakan prosesi serah terima bentuk apresiasi khusus bagi jemaah yang memberikan komitmen donasi pada nominal Rp500 ribu.
Hingga acara usai dan memasuki sesi tausiyah utama oleh Ustaz Solmed, pihak panitia penyelenggara masih melakukan proses penghitungan dan belum mengumumkan jumlah total dana yang terkumpul dari jemaah.
“Ingat Nabi Muhammad, ingat berakhlak mulia,” tutup Rita. [Mirliana Amira]

Tinggalkan Komentar Anda