Bandar Lampung

Dosen Polinela Uji Nutrisi GABA-Asam Askorbat untuk Menekan Stres Transportasi Kambing, Berpotensi Kurangi Kerugian Ekonomi Peternak

Dosen Polinela Uji Nutrisi GABA-Asam Askorbat untuk Menekan Stres Transportasi Kambing, Berpotensi Kurangi Kerugian Ekonomi Peternak

Dosen Polinela

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Tim peneliti Jurusan Peternakan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berhasil menyelesaikan penelitian mengenai pengaruh pemberian kombinasi nutrisi GABA (Gamma-Aminobutyric Acid) dan asam askorbat terhadap respons stres transportasi pada kambing lokal.

Penelitian yang berlangsung selama 11 hari, 3–13 Agustus 2026, ini mengangkat persoalan yang selama ini relatif kurang mendapat perhatian dalam rantai pasok ternak, yaitu stres akibat transportasi yang dapat memicu peningkatan hormon kortisol, perubahan kondisi fisiologis, hingga penyusutan bobot badan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak maupun pedagang kambing.

Penelitian dipimpin oleh Dr. Ghoffar Husnu, S.Pt., M.S. selaku ketua tim, bersama tiga anggota peneliti, yaitu Anjar Sofiana, S.Pt., M.Si., Tri Rumiyani, S.Pt., M.Sc., dan Ir. Imelda Panjaitan, M.Si. Keempatnya merupakan dosen di Jurusan Peternakan Politeknik Negeri Lampung.

Dalam pelaksanaannya, tim peneliti juga mendapat dukungan dari dua dosen dokter hewan dari Program Studi Agribisnis Peternakan Polinela, yaitu drh. Mettarani Dymia Euis Pefdini, M.Sc. dan drh. Luh Putu Nadya Santika, M.Sc. Keduanya turut membantu mendukung aspek kesehatan dan pengamatan kondisi ternak selama proses penelitian.

Pelaksanaan penelitian juga melibatkan empat mahasiswa setempat, yaitu Agung Tri Wicaksono, Suhendrik D P Siadari, Muhamad Yansyah Putra, dan Dimas Prasetyo. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan lapangan, mulai dari penanganan ternak, pengukuran, pemantauan, hingga kegiatan penelitian lainnya.

Penelitian ini dibiayai melalui Hibah Penelitian DIPA Politeknik Negeri Lampung, dengan analisis kadar hormon kortisol yang dilakukan bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Hewan, Yogyakarta.

Tim peneliti juga menggandeng Prima Aqiqah Bandar Lampung sebagai mitra kerja sama yang menyediakan lokasi penelitian, kandang, serta ternak percobaan. Seluruh kambing lokal yang menjadi objek penelitian dipelihara dan mendapatkan perlakuan di lokasi tersebut selama masa penelitian.

Puncak kegiatan penelitian berupa simulasi transportasi darat dilaksanakan pada hari keempat penelitian, Kamis, 6 Agustus 2026, mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian nutrisi perlakuan pada pukul 07.00–07.30 WIB. Selanjutnya dilakukan penimbangan bobot badan, pengukuran kondisi fisiologis, dan pengambilan sampel darah pratransportasi pada pukul 07.30–08.00 WIB.

Kambing kemudian menjalani proses transportasi darat selama kurang lebih tujuh jam, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Setelah tiba, kambing kembali ditimbang dan dilakukan pengukuran kondisi fisiologis serta pengambilan sampel darah pascatransportasi pada pukul 15.00–16.00 WIB.

Pemantauan proses pemulihan selanjutnya dilakukan setiap pagi hingga hari kesebelas penelitian.

Dalam penelitian tersebut, sebanyak 24 ekor kambing lokal dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan. Kelompok tersebut terdiri atas kelompok kontrol tanpa nutrisi tambahan, kelompok yang diberi asam askorbat, kelompok yang diberi GABA, serta kelompok yang mendapatkan kombinasi GABA dan asam askorbat.

Pemberian nutrisi dilakukan dalam dua fase, yaitu sebelum transportasi sebagai langkah pencegahan dan setelah transportasi untuk mendukung proses pemulihan ternak.

Dr. Ghoffar Husnu menjelaskan, penelitian ini bertujuan mengukur respons stres fisiologis kambing lokal, meliputi frekuensi napas, denyut jantung, suhu tubuh, serta penyusutan bobot badan sebelum dan sesudah transportasi.

Selain itu, penelitian juga bertujuan menguji efektivitas kombinasi nutrisi GABA dan asam askorbat dibandingkan dengan kambing tanpa perlakuan, memetakan profil kortisol serum sebagai indikator stres akut akibat transportasi, serta mengestimasi potensi dampak ekonomi dari penyusutan bobot badan bagi peternak dan pedagang.

“Transportasi adalah salah satu titik kritis dalam rantai pasok ternak yang selama ini kurang mendapat perhatian, padahal dampaknya nyata secara ekonomi bagi peternak. Melalui penelitian ini, kami ingin melihat apakah intervensi nutrisi yang relatif sederhana dapat membantu kambing menghadapi stres perjalanan dengan lebih baik, sekaligus mendukung ketahanan pangan hewani nasional,” ujarnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kambing yang menerima kombinasi GABA dan asam askorbat mencatat kadar kortisol pascatransportasi yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol, dengan selisih yang mendekati taraf signifikansi statistik.

Kelompok kombinasi tersebut juga mencatat penyusutan bobot badan paling rendah dibandingkan kelompok lainnya. Jika dikonversikan ke nilai ekonomi menggunakan harga acuan bobot hidup kambing lokal, perbedaan penyusutan bobot badan tersebut setara dengan potensi penghematan sekitar Rp2,2 juta hingga Rp8 juta untuk setiap pengiriman 100 ekor kambing.

Temuan ini menunjukkan adanya potensi penerapan strategi nutrisi sederhana untuk membantu mengurangi dampak stres transportasi sekaligus menekan potensi kerugian ekonomi yang dialami pelaku usaha ternak.

Namun, tim peneliti menegaskan bahwa hasil tersebut masih merupakan temuan awal yang menjanjikan. Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan cakupan pengujian yang lebih luas masih diperlukan untuk memastikan efektivitas kombinasi GABA dan asam askorbat secara lebih meyakinkan sebelum dapat direkomendasikan secara luas kepada peternak dan pelaku usaha ternak.

Melalui penelitian ini, Politeknik Negeri Lampung terus mendorong pengembangan riset terapan yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan akademik, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan nyata di sektor peternakan serta berpotensi memberikan manfaat langsung bagi peternak, pedagang, dan industri peternakan.

Polinela atau Politeknik Negeri Lampung adalah salah satu perguruan tinggi negeri vokasi terbaik di Provinsi Lampung yang berfokus pada pendidikan ilmu terapan.

Kampus ini beralamatkan di Jl. Soekarno Hatta No.10, Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda