Pengabdian mahasiswa Itera
Wartalampung.id, Teluk Pandan – Dosen dan Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) serta kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi dalam rangka mendorong peningkatan kualitas dan nilai tambah produk olahan pisang di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan dengan memperkenalkan dan menerapkan teknologi vacuum frying kepada masyarakat dan pelaku usaha keripik pisang.
Tim PKM yang diketuai oleh Eka Nurfani beranggotakan Ilham Marvie, Uswatun Hasanah, dan Bayu Prasetya serta sejumlah mahasiswa KKN-Rekognisi Itera.
Eka Nurfani menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari hibah PkM BIMA Kemendiktisaintek Tahun 2026 yang diarahkan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus memberdayakan masyarakat dan mitra.
Menurutnya, Desa Cilimus memiliki potensi besar dalam pengembangan produk olahan pisang, khususnya keripik pisang yang selama ini masih diproduksi menggunakan metode konvensional.
“Kami melihat Desa Cilimus memiliki potensi yang sangat besar dalam pengolahan keripik pisang. Selama ini proses produksinya masih dilakukan secara konvensional, sehingga melalui program ini kami mencoba menerapkan ilmu dan teknologi yang dapat membantu meningkatkan kualitas, efisiensi, dan standardisasi produksi,” ujarnya.
Melalui program ini, tim PkM memperkenalkan teknologi vacuum frying sebagai alternatif proses penggorengan yang berlangsung pada tekanan rendah dan suhu yang lebih terkendali.
Teknologi tersebut diharapkan mampu menghasilkan keripik pisang dengan mutu yang lebih konsisten, kerenyahan yang optimal, kandungan minyak lebih rendah, serta proses produksi yang lebih efisien dibandingkan metode penggorengan konvensional.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan sosialisasi dan pelatihan mengenai pengoperasian mesin vacuum frying, mulai dari persiapan bahan, pengaturan suhu dan tekanan, penentuan waktu penggorengan, hingga proses penirisan dan pengendalian mutu produk.
Pelatihan juga mencakup pemantauan karakteristik keripik, seperti warna, kerenyahan, dan kandungan minyak, serta penerapan prosedur operasional standar (SOP) dalam proses produksi.
Sistem vacuum frying yang diterapkan dirancang untuk kebutuhan produksi skala UMKM dengan kapasitas sekitar 5 kilogram bahan baku per batch dan waktu proses sekitar 25-40 menit per batch.
Sistem tersebut dilengkapi ruang penggorengan berbahan stainless steel food grade, rak atau basket produk, pemanas, sensor suhu, pompa vakum, sensor tekanan, panel kontrol, serta kondensor untuk membantu menjaga kestabilan proses.
Sementara itu, Waluyo, mitra desa sekaligus petani pisang, menyampaikan apresiasinya terhadap penerapan teknologi vacuum frying dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, selama ini pengolahan pisang masih dilakukan secara konvensional, sehingga kehadiran teknologi baru memberikan alternatif proses produksi yang lebih cepat dan efisien, terutama dalam memanfaatkan ketersediaan bahan baku pisang yang melimpah di Desa Cilimus.
“Selama ini kami masih menggunakan cara konvensional dalam mengolah pisang. Dengan adanya teknologi baru ini, bahan baku pisang yang cukup melimpah dapat diolah dengan lebih cepat dan efisien. Kami sangat mengapresiasi adanya pendampingan dari Itera karena teknologi ini dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha pengolahan pisang,” ujar Waluyo.
Melalui kolaborasi antara Itera dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menerapkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kualitas keripik pisang sekaligus memperkuat usaha masyarakat dan mengoptimalkan potensi komoditas lokal daerah di Provinsi Lampung.
Program ini merupakan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026. [Andre Ramadhani/Teknik Material Itera]

Tinggalkan Komentar Anda