Berita Foto

Dosen Teknologi Pangan Itera Dampingi Masyarakat Kembangkan Produk Olahan Mocaf Bernilai Ekonomi

Dosen Teknologi Pangan Itera Dampingi Masyarakat Kembangkan Produk Olahan Mocaf Bernilai Ekonomi

Pengabdian Itera

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dosen Program Studi Teknologi Pangan Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan pengembangan produk pangan berbasis tepung modified cassava flour (mocaf).

Kegiatan ini berfokus pada pembuatan brownies chips dan pangsit mocaf sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas singkong yang dimiliki masyarakat.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Sriwedari yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pengabdian dari Itera.

Dalam sambutannya, beliau berharap kegiatan ini menjadi wadah belajar bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemitraan yang berkelanjutan antara Desa Sriwedari dan Itera dalam mengembangkan potensi pangan lokal.

Ketua Tim Pengabdian, Zada Agna Talitha menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program pengabdian ketiga yang dilaksanakan oleh tim dosen Teknologi Pangan di Desa Sriwedari, Pesawaran.

Menurutnya, pendampingan ini tidak hanya bertujuan memberikan pelatihan pembuatan produk pangan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai tambah dan berpotensi meningkatkan perekonomian desa.

Sebelum pelatihan dimulai, seluruh peserta mengikuti pretest untuk mengukur tingkat pemahaman awal mengenai pengolahan pangan berbasis MOCAF. Hasil pretest nantinya menjadi dasar dalam mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta setelah kegiatan selesai.

Pada sesi utama, tim dosen memberikan materi mengenai manfaat penggunaan tepung mocaf sebagai bahan baku alternatif yang mampu meningkatkan kualitas produk pangan sekaligus memperluas pemanfaatan singkong lokal.

Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai peralatan yang mendukung proses produksi sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih efisien dan berkualitas.

Sebagai bentuk dukungan nyata kepada masyarakat, tim pengabdian menyerahkan sejumlah peralatan produksi, antara lain alat pembuat chip singkong untuk proses pembuatan mocaf , serta berbagai peralatan yang digunakan dalam produksi brownies chips dan pangsit.

Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk menunjang kegiatan usaha masyarakat.

Selanjutnya, peserta yang didominasi oleh ibu-ibu dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti praktik langsung pembuatan brownies chips dan pangsit berbasis mocaf.

Setiap kelompok mempraktikkan seluruh tahapan produksi, mulai dari penimbangan bahan, pencampuran adonan, proses pengolahan, hingga menghasilkan produk yang siap dikonsumsi.

Melalui kegiatan pengabdian ini, tim dosen berharap masyarakat semakin terampil dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing.

Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi produk pangan lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat potensi ekonomi Desa Sriwedari. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda