Lutfa Shabiya Hardana
WARTALAMPUNG.ID, PRINGSEWU – Di balik ketangguhannya di atas matras sebagai atlet taekwondo andalan Pringsewu, Lutfa Shabiya Hardana ternyata memiliki sisi religius yang kuat.
Remaja berprestasi ini sempat mengambil keputusan besar dengan jeda satu tahun dari pendidikan formal demi memperdalam ilmu agama di lingkungan pesantren (mondok).
Kisah inspiratif ini menunjukkan bahwa proses pembentukan karakter seorang atlet tidak hanya terjadi melalui latihan fisik, melainkan juga lewat tempaan spiritual.
Kepada wartalampung.id hari ini lewat pesan tertulis, Lutfa mengatakan, selama satu tahun nonformal tersebut, ia mendedikasikan waktunya untuk mempelajari dasar-dasar agama Islam secara mendalam.
Ia aktif mempelajari Kitab Nahwu dan Shorof untuk memahami struktur bahasa Arab. Lutfa juga memulai langkah mulia untuk menghafal Alquran.
”Meski target hafalan belum sepenuhnya tercapai, saya tetap bersyukur atas setiap proses yang dilalui,” kata dia.
Kehidupan pesantren yang dinamis dan penuh keterbatasan justru membentuk mentalitas petarung dalam diri Lutfa.
Karakter ini sangat mendukung perannya sebagai taekwondoin. Kata dia, di sni ia belajar menghargai hal-hal kecil dan hidup bersahaja. Ia juga terbiasa mengatur waktu dan mengurus kebutuhan sendiri tanpa orang tua.
”Saya juga bisa mengasah emosi untuk lebih tenang dalam menghadapi tekanan kehidupan maupun pertandingan.”
Bagi Lutfa, esensi belajar sangat luas dan tidak terbatas pada dinding sekolah formal saja.
Pengalaman berharga di pondok pesantren ini telah mengubah cara pandangnya dalam melihat dunia.
Lingkungan, interaksi sosial, dan kedisiplinan harian di asrama adalah ruang kelas yang nyata untuk membentuk pribadi yang tidak mudah menyerah. []
Biodata
Nama Lengkap: Lutfa Shabiya Hardana
Nama Panggilan: Lutfa
Tempat, Tanggal Lahir: Tanggamus, 15 Februari 2008
Tempat Tinggal: Kabupaten Pringsewu, Kecamatan Pringsewu Barat
Sekolah: SMA Negeri 1 Pringsewu
Status: Pelajar
Anak ke: 2 dari 3 bersaudara

Tinggalkan Komentar Anda