Masjid Al Hijrah Kota Baru. | Dokumentasi UTI
Wartalampung.id, Jatiagung – Di sela-sela padatnya jadwal pelatihan Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 Bidang Kecerdasan Artifisial di Universitas Teknokrat Indonesia, dua puluh peserta dari berbagai penjuru Sumatera mendapat pengalaman yang tidak akan mudah terlupakan, sebuah momen wisata religi yang sederhana namun penuh makna.
Pada Jumat, 10 Juli 2026, seluruh peserta BTI 2026 Bidang KA bersama narasumber dan panitia pelaksana menunaikan salat jumat berjamaah di Masjid Al-Hijrah Kota Baru, Lampung Selatan.
Dan yang membuat momen ini benar-benar istimewa adalah hadirnya Dr. H. M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembangunan dan Pengelola masjid tersebut.
Para peserta berkesempatan menunaikan ibadah berdampingan langsung dengan pimpinan tertinggi kampus yang selama sepekan menjadi rumah belajar mereka.
Tak hanya itu, bagi sebagian besar peserta, Jumat siang itu adalah kali pertama mereka menginjakkan kaki dan bersujud di Masjid Al-Hijrah. Wajar, karena mereka datang dari jauh. Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, hingga berbagai daerah lainnya.
Bagi siswa-siswa muda yang baru pertama kali mengenal Lampung melalui program BTI, sholat berjamaah di masjid ini menjadi salah satu kenangan paling personal yang mereka bawa pulang.
Narasumber BTI 2026 Bidang KA, Ridwan Mahenra, S.Kom., M.C.S.(AI), mengungkapkan bahwa kebersamaan dengan Rektor di tempat ibadah memberikan kesan tersendiri bagi peserta.
Ridwan mengatakan, ada sesuatu yang tidak bisa diajarkan di dalam kelas ketika peserta bisa salat berdampingan langsung dengan Pak Rektor di masjid yang beliau pimpin pembangunannya.
Mereka melihat bahwa pemimpin yang mereka kagumi tidak hanya memimpin kampus, tapi juga memimpin dalam urusan ibadah dan pembangunan umat.
”Itu pelajaran karakter yang jauh lebih dalam dari apapun yang bisa kami tulis di modul,” ujar Ridwan.
Koordinator BTI 2026 Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Ryan Randy Suryono, S.Kom., M.Kom., menambahkan bahwa momen pertama kali bagi para peserta ini memiliki nilai tersendiri dalam perjalanan program BTI di UTI.
Ryan mengatakan, peserta datang datang dari Aceh, Padang, Palembang, jauh dari rumah, jauh dari keluarga.
Salat Jumat bersama di Masjid Al-Hijrah, berdampingan dengan Pak Rektor, menjadi semacam sambutan yang hangat dari Lampung untuk mereka.
”Dan kenyataan bahwa ini adalah pertama kalinya mereka menginjakkan kaki di masjid ini menjadikan momen itu lebih bermakna lagi,” ungkap Ryan.
Masjid Al-Hijrah Kota Baru, Lampung Selatan, merupakan salah satu masjid yang pengembangannya dipimpin langsung oleh Dr. H. M. Nasrullah Yusuf dalam kapasitasnya sebagai Ketua Badan Pembangunan dan Pengelola.
Kehadiran beliau bersama rombongan peserta BTI pada Jumat siang itu bukan sekadar kebetulan administratif, melainkan pertemuan yang mencerminkan betapa eratnya ikatan antara Universitas Teknokrat Indonesia dengan nilai-nilai keagamaan dan kemasyarakatan di luar tembok kampus.
Bagi dua puluh siswa muda terbaik Sumatera yang sehari-harinya tengah bergulat dengan Python, machine learning, dan algoritma kecerdasan artifisial, salat jumat berjamaah di Masjid Al-Hijrah untuk pertama kalinya, bersama Rektor mereka, menjadi jeda yang tepat.
Sebuah pengingat bahwa kecerdasan sejati tidak berhenti pada angka dan data, tetapi berakar pada nilai dan keimanan.
Program BTI 2026 Bidang Kecerdasan Artifisial di Universitas Teknokrat Indonesia berlangsung pada 8 hingga 14 Juli 2026, menjadikan UTI sebagai satu-satunya perguruan tinggi mitra Puspresnas di lingkungan LLDIKTI Wilayah II.
Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengapresiasi kegiatan ini.
Ia mengajak lulusan SMA sederajat kuliah di Teknokrat di spmb.teknokrat.ac.id. []

Tinggalkan Komentar Anda