Penelitian Rhodamin B pada lipstik yang beredar di Bandar Lampung. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Lipstik telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak perempuan.
Mulai dari aktivitas kuliah, bekerja, hingga menghadiri acara penting, produk kosmetik ini sering digunakan untuk menunjang penampilan.
Di balik warna yang menarik dan harga yang beragam, masih terdapat kekhawatiran mengenai penggunaan bahan berbahaya dalam kosmetik.
Salah satunya adalah Rhodamin B, pewarna sintetis yang seharusnya digunakan untuk industri tekstil dan bukan untuk produk yang diaplikasikan pada tubuh manusia.
Lipstik menjadi salah satu produk kosmetik yang hampir selalu adaada didi dalam tas perempuan.
Namun, tahukah kamu bahwa lipstik tidak hanya hadir dalam satu bentuk? Saat ini, dua jenis yang paling populer adalah lipstik cair (liquid lipstick) dan lipstik padat (lipstick stick).
Keduanya sama-sama mampu mempercantik tampilan bibir, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda. Lipstik padat dikenal lebih praktis dan mudah digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Teksturnya cenderung lembut, nyaman di bibir, serta tidak mudah membuat bibir terasa kering.
Sementara itu, lipstik cair memiliki pigmentasi yang lebih tinggi dan daya tahan yang lebih lama, sehingga sering menjadi pilihan untuk acara formal atau penggunaan dalam waktu lama.
Warna yang memikat memang bisa membuat seseorang jatuh hati pada sebuah lipstik. Namun, sebelum membelinya, ada pertanyaan penting yang perlu diajukan: apakah produk tersebut benar-benar aman digunakan setiap hari?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan penelitian Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati Bandar Lampung dengan tim mahasiswa dan dosen.
Dosen pertama Saddam Husein dan dosen kedua Candra Saka Nusantari, serta mahasiwa Leni Simamata yang akan menyandang gelar sarjana farmasi (S.Farm) terhadap sepuluh sampel lipstik berwarna merah yang diperoleh dari Pasar Bambu Kuning dan Pasar Tengah, Bandar Lampung.
Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk mengidentifikasi keberadaan Rhodamin B.
Dari hasil pengamatan tersebut, empat sampel berkode D, E, H, dan J menunjukkan fluoresensi kuning yang mendekati karakteristik Rhodamin B. Selain itu, nilai faktor retensi (Rf) yang diperoleh juga mendekati nilai Rf standar Rhodamin B, sehingga keempat sampel tersebut teridentifikasi positif mengandung zat tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa tidak semua produk kosmetik yang beredar di pasaran dapat langsung dianggap aman.
Oleh karena itu, masyarakat di himbau untuk lebih teliti dalam memilih lipstik dengan memastikan produk memiliki izin edar BPOM, informasi komposisi yang jelas, serta dibeli dari sumber yang terpercaya.
Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko paparan bahan berbahaya yang berpotensi mengganggu kesehatan. Penelitian ini menjadi pengingat bahwa di balik warna lipstik yang menarik, terdapat aspek keamanan yang tidak boleh diabaikan.
Sebelum membeli kosmetik, konsumen perlu memastikan bahwa produk yang digunakan telah memenuhi standar keamanan sehingga kecantikan yang diperoleh tidak mengorbankan kesehatan. []

Tinggalkan Komentar Anda