Lampung Timur

Terobosan Gubernur Mirza di Lampung Timur: Sukses Dongkrak Hasil Panen 7 Ton per Hektare Lewat Drone dan POC Gratis

Terobosan Gubernur Mirza di Lampung Timur: Sukses Dongkrak Hasil Panen 7 Ton per Hektare Lewat Drone dan POC Gratis

Gubernur Mirza bersama petani di Melinting, Lamtim. | Dokumentasi

WARTALAMPUNG.ID, MELINTING – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung ke sawah di lahan olah pertanian Desa Tebing, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur, kemarin.

Kunjungan ini dilakukan untuk menyosialisasikan sekaligus mempraktikkan langsung penggunaan teknologi modern dalam sektor pertanian di wilayah tersebut.

Gubernur tidak hanya memperkenalkan Program Pupuk Organik Cair (POC), tetapi juga mendemonstrasikan efisiensi pemupukan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone. Langkah ini menjadi bagian dari strategi digitalisasi desa untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Penerapan alat mesin pertanian (alsintan) modern berupa drone terbukti memangkas waktu kerja secara drastis.

  • Pola Lama: Penyemprotan pupuk manual memakan waktu hingga 1 hari untuk lahan seluas 1 hektare.
  • Pola Modern: Pemupukan menggunakan drone kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit.

POC yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung ini dirancang untuk meringankan beban operasional para petani.

Berikut adalah detail produksi dan distribusinya:

Kehadiran Program POC dan digitalisasi pertanian ini langsung memberikan dampak instan pada angka produktivitas tiga komoditas utama, yaitu padi, jagung, dan singkong.

Indikator Keberhasilan Sebelum Program Setelah Program
Rata-Rata Hasil Panen 4,5 Ton / Hektare 7 Ton / Hektare
Biaya Operasional Tinggi (Pupuk Kimia) Rp 0,- (Ditekan Maksimal)
Pendapatan Petani Standar Meningkat Signifikan

Selain berdampak langsung pada komoditas sawah, ekosistem produksi POC ini juga membuka lapangan pekerjaan baru di tingkat desa.

Keterlibatan aktif warga setempat, termasuk kalangan ibu-ibu desa, sukses menghasilkan tambahan pendapatan keluarga hingga jutaan rupiah.

Melalui keberpihakan teknologi dan efisiensi ini, Pemprov Lampung berharap para petani kembali bersemangat mengolah lahan.

Dengan pendapatan yang membaik, anak-anak petani di Lampung Timur diharapkan memiliki kesempatan besar untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda