Berita Foto

Komunitas Gemar Literasi Bandar Lampung Bikin Acara di STOA Coffee Books, Hadirkan Dewi Ayu Puspaningrum Dosen dan Praktisi Lingkungan

Komunitas Gemar Literasi Bandar Lampung Bikin Acara di STOA Coffee Books, Hadirkan Dewi Ayu Puspaningrum Dosen dan Praktisi Lingkungan

Komunitas Gemar Literasi Bandar Lampung gelar sharing di STOA Coffee Books. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Komunitas Gemar Literasi Bandar Lampung kembali merealisasikan salah satu program kerjanya melalui kegiatan Sharing Experience yang diselenggarakan di STOA Coffee Books, Ahad, 28 Juni 2026.

Mengusung tema “Berbagi Pengalaman dan Pentingnya Literasi dalam Membentuk Masa Depan”, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti diskusi, bertukar pengalaman, dan memperluas wawasan dalam suasana kafe yang sarat dengan nuansa literasi.

Pemilihan STOA Coffee Books sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Kafe yang mengusung konsep perpaduan antara ruang baca dan ruang diskusi ini menghadirkan atmosfer yang nyaman, hangat, dan inspiratif bagi para peserta.

Lingkungan yang mendukung budaya membaca dan bertukar gagasan diharapkan mampu mendekatkan literasi kepada generasi muda, sekaligus membangun jejaring yang positif, menumbuhkan semangat belajar, serta mendorong lahirnya ide-ide kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan dipandu oleh Andieni Putri Olivia Arifin selaku moderator. Melalui kepiawaiannya dalam memandu jalannya diskusi, suasana forum menjadi lebih hidup dan komunikatif.

Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, berbagi pengalaman, serta berdialog secara terbuka mengenai pentingnya membangun budaya literasi sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.

Kegiatan ini menghadirkan Dewi Ayu Puspaningrum, dosen sekaligus praktisi lingkungan, sebagai narasumber utama.

Melalui kisah perjalanan hidupnya, Dewi membagikan pengalaman tentang perjuangan membangun usaha sejak lulus kuliah, menghadapi kegagalan akibat pandemi covid-19, hingga bangkit melalui jalur akademik dengan meraih beasiswa magister, menjadi lulusan terbaik Universitas Lampung, serta meniti karier sebagai peneliti dan akademisi.

Dalam pemaparannya, Dewi menegaskan bahwa literasi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar membaca buku. Menurutnya, literasi merupakan kemampuan untuk memahami informasi, membaca perubahan zaman, mengenali peluang, serta belajar dari pengalaman orang lain sebelum menghadapi persoalan yang sama.

“Literasi bukan hanya membaca buku, tetapi membaca kehidupan. Dari membaca, kita belajar mengenali pola, memahami tantangan, dan mengambil keputusan yang lebih bijaksana. Buku adalah cara tercepat meminjam pengalaman orang lain tanpa harus mengalami semua kegagalan itu sendiri,” ujar Dewi Ayu Puspaningrum.

Selain berbagi kisah perjalanan hidup, narasumber juga mengajak peserta untuk tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi, membangun jejaring, serta memperkuat karakter.

Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, melainkan juga oleh komitmen, integritas, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai pertanyaan dari peserta mencerminkan tingginya antusiasme terhadap tema yang diangkat, mulai dari strategi membangun karier, pentingnya menjaga prestasi akademik, hingga membangun relasi profesional sejak di bangku kuliah.

Latar STOA Coffee Books yang dipenuhi koleksi buku serta atmosfer yang nyaman semakin memperkuat semangat berdiskusi dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar yang menyenangkan.

Ketua Komunitas Gemar Literasi Bandar Lampung, Melisa, mengatakan bahwa sharing experience merupakan salah satu program komunitas untuk menghadirkan ruang diskusi yang tidak hanya membahas teori, tetapi juga menghadirkan pengalaman nyata dari para praktisi sebagai sumber pembelajaran.

“Kami ingin menunjukkan bahwa literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengambil pelajaran dari setiap pengalaman. Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda semakin terdorong untuk gemar membaca, aktif berdiskusi, serta berani membangun mimpi dan menghadapi tantangan dengan bekal pengetahuan,” ujar Melisa.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Gemar Literasi Bandar Lampung kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat.

Tidak hanya mendorong minat baca, komunitas ini juga berupaya menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pengalaman, gagasan, dan inspirasi agar semakin banyak generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan wawasan yang luas, karakter yang kuat, dan semangat belajar sepanjang hayat. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda