Kuliah tamu UIN RIL
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menggelar kegiatan Guest Lecture bertajuk A Worshiping Nation: Why Religiosity Has Not Led to Morality in Democratic Indonesia di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic and Research Center, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan menghadirkan Associate Professor School of International Letters and Cultures Arizona State University (ASU), Amerika Serikat, Peter Suwarno, MA., Ph.D., dan dimoderatori oleh dosen Pendidikan Bahasa Inggris UIN RIL, Istiqomah Nur Rahmawati, M.Pd.
Kehadiran Peter Suwarno dalam forum akademik ini merupakan yang kelima kalinya di kampus hijau UIN RIL. Dalam setiap kunjungannya, ia membawakan tema dan pembahasan yang berbeda sesuai isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Bambang Budiwiranto, Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun budaya akademik internasional di lingkungan perguruan tinggi.
“Academic culture, termasuk international academic culture di Indonesia, tidak mudah dibangun sehingga perlu dibiasakan. Sebelum adanya efisiensi anggaran, kita terus aktif mengadakan berbagai kegiatan yang mendukung visi rektor dalam program internasionalisasi. Kegiatan seperti ini akan tetap kita lakukan meskipun ada berbagai tantangan, termasuk penajaman efisiensi,” ujarnya.
Menurut Bambang, topik yang diangkat dalam kuliah tamu kali ini menarik untuk didiskusikan secara kritis, yakni mengapa tingginya religiusitas masyarakat Indonesia belum selalu sejalan dengan moralitas dalam kehidupan publik.
Ia mengajak mahasiswa untuk aktif menyimak dan berdialog dengan narasumber yang telah hampir 30 tahun tinggal dan berkiprah di Amerika Serikat.
“Kita mencoba mendapatkan insight dan dialogue of ideas. Saya berharap mahasiswa aktif berdiskusi. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini juga mendorong mahasiswa maupun dosen untuk memiliki pengalaman akademik internasional, bahkan mengajar di luar negeri,” katanya.
Sementara itu, Ketua LPM Bambang Irfani, Ph.D menyebut isu yang diangkat sangat relevan bagi dunia pendidikan tinggi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan paparan perspektif global kepada mahasiswa. []

Tinggalkan Komentar Anda