Nusantara

Sentil Pemimpin Konvensional, Wagub Lampung Jihan Nurlela Tantang Peserta PKN Sumsel Bikin Kebijakan Nyata, Bukan Cuma Laporan!

Sentil Pemimpin Konvensional, Wagub Lampung Jihan Nurlela Tantang Peserta PKN Sumsel Bikin Kebijakan Nyata, Bukan Cuma Laporan!

Jihan Nurlela

WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memberikan sindiran keras sekaligus tantangan bagi para pemimpin daerah dalam membangun ketahanan wilayah di tengah era perubahan global yang bergerak cepat.

Hal tersebut ditegaskan Wagub Jihan saat menyambut kedatangan para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan V Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Gedung Pusiban, Bandar Lampung, Senin (8/6/2026).

Dalam acara bertajuk “Kepemimpinan Adaptif untuk Mewujudkan Daya Saing Global sebagai Upaya Menciptakan Ketahanan Daerah” tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung secara terbuka membuka ruang kolaborasi dan pembelajaran lintas provinsi.

Di hadapan para peserta, Wagub Jihan menyatakan bahwa pendekatan konvensional atau cara-cara lama sudah tidak lagi mempan untuk membangun ketahanan daerah saat ini.

Era modern menuntut para pemimpin untuk bergerak lebih lincah.

“Pemimpin daerah sekarang dituntut harus adaptif, inovatif, dan mampu menghubungkan potensi lokal dengan peluang global. Ini penting agar program pembangunan tetap berjalan dan selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Jihan.

Lebih lanjut, politisi muda ini juga mengingatkan agar program pelatihan kepemimpinan seperti PKN tidak hanya menjadi ajang formalitas di atas kertas.

Ia menekankan pentingnya output kerja yang menyentuh masyarakat bawah.

“Program kepemimpinan harus melahirkan kebijakan yang berdampak nyata. Manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya terlihat bagus di dalam laporan,” tegas Jihan mengkritisi fenomena birokrasi konvensional.

Melalui agenda visitasi ini, para peserta PKN asal Sumatera Selatan dijadwalkan akan terjun langsung ke lapangan untuk membedah potensi Lampung. Fokus kunjungan akan diarahkan pada empat sektor krusial, yaitu pariwisata, kebudayaan, perdagangan, dan perindustrian.

Kegiatan kolaboratif ini diharapkan tidak sekadar menjadi kunjungan kerja biasa, melainkan mampu melahirkan jajaran pemimpin daerah yang cakap dalam menghadirkan kebijakan konkret, memperkuat pelayanan publik, serta mendongkrak ketahanan daerah secara berkelanjutan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda