Nirina Zubir di kampus Teknokrat. | Dok UTI
WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG — Suasana di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM Nasrullah Yusuf kampus Universitas Teknokrat Indonesia mendadak heboh dan pecah kemarin.
Ratusan mahasiswa, staf, dosen, hingga seluruh civitas akademika memadati area gedung demi menyambut kehadiran aktris papan atas Nirina Zubir dan aktor muda Saputra Kori.
Kehadiran dua bintang utama tersebut adalah dalam rangka menghadiri agenda diskusi mendalam (Deep Talk) dan promosi film drama keluarga terbaru mereka yang berjudul Jangan Buang Ibu.
Kehebohan penonton di dalam gedung serbaguna tersebut sempat membuat Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., merasa takjub.
Saat ia berdiri memberikan kata pengantar di atas panggung, gemuruh teriakan antusias dari para penonton langsung menggema memenuhi ruangan gelanggang mahasiswa.
Melihat antusiasme yang begitu tinggi, Dr. Mahathir Muhammad memuji respons publik Lampung yang dinilai sangat mengapresiasi karya seni perfilman nasional.
“Respons publik Lampung terhadap film ini bagus sekali,” ujar Mahathir.
Ia juga menyampaikan harapannya agar seluruh masyarakat Lampung tidak melewatkan kesempatan untuk menyaksikan penayangan film ini secara legal di bioskop terdekat.
Info Jadwal Tayang Film Jangan Buang Ibu
Bagi Anda yang sudah tidak sabar menyaksikan totalitas akting Nirina Zubir, film drama keluarga ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia (seperti Cinema XXI, CGV, dan Cinepolis) mulai tanggal 25 Juni 2026.
Sinopsis
Diproduksi oleh Leo Pictures dan disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, film ini berpusat pada tokoh Ristiana (diperankan oleh Nirina Zubir), seorang ibu tunggal (single mother) yang berjuang keras membesarkan tiga anaknya, yaitu Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori) setelah ditinggal suaminya.
Namun, kehidupan mereka yang semula hangat berubah drastis menjadi penuh konflik ketika sang suami ternyata mewarisi utang yang sangat besar.
Seiring berjalannya waktu, anak-anaknya bertumbuh dewasa dan sukses, tetapi keputusan sepihak serta tuntutan hidup modern perlahan-lahan menciptakan jarak emosional yang lebar, bahkan berujung pada kisah memilukan di mana sang ibu dititipkan ke panti jompo.
Nilai jual utama film ini terletak pada performa emosional Nirina Zubir.
Demi memerankan sosok Ristiana di masa tua, Nirina rela menghabiskan waktu hingga 4 jam sehari menggunakan riasan prostetik agar kerutan wajahnya terlihat alami.
Transformasi fisik ini berhasil memancarkan aura kesedihan dan ketegaran seorang ibu sejati.
Berbeda dengan film drama biasa, Jangan Buang Ibu menyentil fenomena sosial yang nyata di era modern, yakni renggangnya bakti anak karena kesibukan duniawi.
Dinamika konflik antara tiga bersaudara (diperankan apik oleh Refal Hady, Amanda Manopo, dan Saputra Kori) digambarkan secara realistis dan tidak terkesan dipaksakan.
Sentuhan sutradara Hadrah Daeng Ratu berkolaborasi dengan produser Agung Saputra berhasil menyajikan visual yang hangat namun sekaligus menyesakkan dada.
Film ini menjadi sebuah pengingat keras dan refleksi moral bagi setiap anak mengenai arti pengorbanan orang tua yang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. []

Tinggalkan Komentar Anda