Hiburan

Menginspirasi Lewat Gerak, Kisah Salsabilla ‘Acha’ Anora Dobrak Stigma Modern Dance

Menginspirasi Lewat Gerak, Kisah Salsabilla ‘Acha’ Anora Dobrak Stigma Modern Dance

Acha

WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Bagi sebagian orang, menari mungkin hanya sekadar hobi atau hiburan pengisi waktu luang.

Namun, bagi Salsabilla Azyka Anora, atau yang akrab disapa Acha, menari adalah sebuah bahasa universal untuk berkomunikasi, mengekspresikan diri, dan menyampaikan cerita tanpa kata.

Mantan Ketua OSIS SMP Global Surya Lampung yang dikenal berprestasi ini telah berulang kali memborong juara di berbagai kompetisi modern dance.

Di balik deretan trofi tersebut, Acha menyimpan visi besar tentang bagaimana seni tari seharusnya diapresiasi di era modern.

Bagi Acha, momen paling bersejarah dalam karier menarinya bukanlah saat ia menerima piala, melainkan saat ia berhasil menyentuh hati penonton.

Ia mengenang kembali pengalaman pertamanya saat berhasil menyalurkan emosi mendalam ke atas panggung.

“Saat melihat penonton dapat memahami dan merasakan pesan yang saya bawakan, saya merasa bahwa tari bukan hanya tentang gerakan. Ini tentang cara kita berkomunikasi dan mengekspresikan diri,” ungkap Acha.

Setiap kali musik mulai berputar dan tubuhnya mulai bergerak, Acha mengaku merasakan pusaran emosi yang luar biasa.

Perpaduan antara rasa gugup, semangat, dan kebahagiaan melebur menjadi satu, menciptakan kebebasan mutlak bagi dirinya untuk bercerita lewat ekspresi tubuh.

Sebagai penari modern dance, Acha tidak menampik adanya stigma yang melekat pada genre tari ini.

Sebagian masyarakat awam masih sering mengidentikkan modern dance dengan kesan seksi. Menanggapi hal tersebut, Acha memberikan sudut pandang yang visioner dan mendalam.

Acha bilang, modern dance pada dasarnya adalah seni untuk mengekspresikan emosi, ide, dan cerita.

Setiap koreografi memiliki konsep dan pesan yang berbeda.

“Jadi, seni ini harus dinilai dari makna, kreativitas, dan pesan yang ingin disampaikan oleh penarinya,” kata mantan ketua OSIS SMP Global Surya ini.

Bergerak mengikuti perkembangan zaman, Acha melihat bahwa panggung pertunjukan fisik bukan lagi satu-satunya ruang bagi penari untuk unjuk gigi.

Ia sangat mendukung pemanfaatan media digital sebagai panggung baru yang tanpa batas.

Melalui platform seperti Instagram, YouTube, hingga TikTok, karya tari kini bisa dinikmati oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Dengan digitalisasi ini, Acha berharap masyarakat luas dapat lebih mudah mengakses, menikmati, dan memberikan apresiasi yang layak bagi para pekerja seni tari di Indonesia.

Melalui dedikasi, prestasi, dan pemikirannya yang terbuka, Salsabilla “Acha” Anora membuktikan bahwa seorang penari tidak hanya bermodal bakat fisik, tetapi juga kecerdasan rasa dan visi yang kuat untuk membawa perubahan positif bagi dunianya. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda