Inovasi mahasiswa Teknokrat
WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kampus terbaik di Lampung resmi menyerahkan hasil penelitian teknologi tepat guna kepada masyarakat di Desa Umbul Kempis dan Desa Candimas, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Langkah nyata ini menjadi bukti kontribusi aktif dunia akademik dalam mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di tingkat pedesaan.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan para mahasiswa dalam menciptakan inovasi berbasis energi terbarukan yang berdampak langsung pada produktivitas warga.
“Inovasi yang dilahirkan oleh mahasiswa Teknik Elektro UTI ini bukan sekadar tugas akhir, melainkan bukti nyata kontribusi kampus dalam mendukung pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Penggunaan sistem PLTS off-grid dan alat pengusir hama ultrasonik ini secara langsung mendukung SDGs Poin 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta Poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) di tingkat pedesaan,” ujar Mahathir.
3 Inovasi Teknologi Tepat Guna
Penelitian yang diserahkan terdiri dari tiga judul utama karya kolaboratif mahasiswa atas nama Ikhsan Okta Saputra, Yudha Fariz Andhika, dan Gilang Putra Wijayanto:
- Sistem PLTS Off-Grid: Penyelaras kebutuhan daya inkubator penetas telur puyuh otomatis untuk menciptakan kemandirian energi di Desa Umbul Kempis.
- Integrasi Kalman Filter: Sistem otomasi pembacaan suhu dan kelembapan sensor DHT22 pada inkubator penetas telur puyuh guna menekan fluktuasi data.
- Prototipe Pengusir Hama: Alat pelindung tanaman berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid menggunakan lampu ultraviolet dan gelombang ultrasonik di kebun jagung Desa Candimas.
Inovasi mutakhir ini dikembangkan di bawah bimbingan dosen UTI yang kompeten, yaitu Elka Pranita, S.Pd., M.T. selaku Ketua Program Studi S1 Teknik Elektro dan Muhammad Anwar Sadat Faidar, S.T., M.T. selaku penanggung jawab kegiatan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini disambut hangat oleh Prastio selaku pemilik Istana Puyuh dan Alim Tarsahdi selaku pemilik kebun jagung di Desa Candimas.
Mereka mengakui bahwa kehadiran teknologi hijau ini sangat membantu menghemat biaya operasional sekaligus meningkatkan hasil produksi.
Mahathir Muhammad menyatakan rasa bangganya terhadap dedikasi mahasiswa Elektro UTI yang mampu mengaplikasikan ilmu bangku kuliah ke dalam solusi nyata bagi sektor pertanian dan peternakan lokal.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras mahasiswa dan dosen pembimbing yang turun langsung menjawab kebutuhan peternak dan petani di Lampung Selatan. Ini adalah bukti bahwa kuliah di Teknokrat mendidik Anda menjadi inovator yang langsung berdampak pada masyarakat.”
Menutup penyerahan tersebut, Mahathir mengajak seluruh lulusan SMA/SMK sederajat untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan tinggi di kampus setempat.
“Saya mengajak seluruh lulusan SMA/SMK sederajat, mari bergabung bersama Universitas Teknokrat Indonesia dan jadilah bagian dari generasi pencipta teknologi masa depan,” pungkasnya.
Mahathir mengajak lulusan SMA masuk Teknokrat dengan mengklik spmb.teknokrat.ac.id. []

Tinggalkan Komentar Anda