Lampung Selatan

Akademisi UIN Raden Intan Lampung Paparkan Kajian Akademik Kepuasan Masyarakat terhadap Operasi Ketupat Krakatau

Akademisi UIN Raden Intan Lampung Paparkan Kajian Akademik Kepuasan Masyarakat terhadap Operasi Ketupat Krakatau

Hasil kajian soal Operasi Ketupat Krakatau

Wartalampung.id, Jatiagung – Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mencatat keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau (OKK) 2026 di wilayah hukum Polda Lampung. Hasil kajian akademik menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan operasi pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah mencapai 98,2 persen.

Temuan tersebut dipaparkan dalam kegiatan Verifikasi Pengusulan Nugraha Sakanti Polda Lampung di GSG Polda Lampung, Lampung Selatan, Jumat (22/5/2026).

Kajian dilakukan oleh tim gabungan akademisi UIN RIL dan CIC (Konsultan Riset dan Sosial). Diantaranya Gesit Yudha, M.IP, Fadhilah Faiqoh, M.A, dan Maulana Bagus Rahmat.

Selain melakukan survei kepuasan masyarakat, tim akademisi juga terlibat dalam penyusunan buku Pedoman Strategi Pengamanan Operasi Ketupat Krakatau: Pengamanan Arus Mudik dan Arus Balik Hari Raya Idul Fitri di Wilayah Hukum Polda Lampung Tahun 2026 yang menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan strategi pengamanan di wilayah hukum Polda Lampung.

Pada kesempatan itu dilakukan penyerahan buku hasil penelitian tersebut kepada Polda Lampung.
Keterlibatan akademisi UIN RIL dalam penyusunan pedoman strategi operasi tersebut dilakukan atas kerja sama dengan Ditlantas Polda Lampung sebagai bagian dari penguatan program unggulan pelayanan presisi yang diajukan dalam Anugerah Nugraha Sakanti.

Kajian akademik dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas Operasi Ketupat Krakatau 2026, termasuk pemanfaatan aplikasi SIGER Lampung Presisi yang dikembangkan Ditlantas Polda Lampung sebagai sistem pemantauan dan pelayanan informasi lalu lintas berbasis digital dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.

Provinsi Lampung dinilai memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama mobilitas masyarakat antara Pulau Jawa dan Sumatera. Arus kendaraan mudik dan balik terpusat pada empat jalur utama, yakni jalur lintas timur, jalur lintas tengah atau arteri, jalur Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter), serta jalur lintas barat.

Operasi Ketupat Krakatau 2026 berlangsung selama 13 hari, mulai H-7 hingga H+6 Lebaran, dengan melibatkan lebih dari 4.000 personel gabungan, terdiri dari 2.701 personel Polri dan unsur instansi terkait lainnya. Dukungan pengamanan mencakup 60 Pos Pengamanan, 20 Pos Pelayanan, 16 Posko Bencana, satu Posko SAR, dan satu Pos Terpadu yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

Selama operasi berlangsung, tercatat sebanyak 913.533 penumpang dan 213.940 kendaraan melintas melalui jalur utama, khususnya Tol Trans Sumatera dan Pelabuhan Bakauheni. Berbagai rekayasa lalu lintas diterapkan, mulai dari one way, contra flow, kanalisasi, hingga sistem buffer zone di kawasan pelabuhan.

Hasilnya, angka kecelakaan lalu lintas turun 16 persen dibanding tahun sebelumnya, tidak terjadi kemacetan panjang di jalur utama, nihil kasus pembegalan selama masa operasi, serta pengawalan aman terhadap 11.194 kendaraan roda dua.

Tim peneliti melaksanakan survei terhadap 1.204 responden dari total populasi 5.000 pemudik dan pengguna layanan publik selama operasi berlangsung.

Responden terdiri dari pemudik kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, pengguna Tol Trans Sumatera, pengguna jalur arteri dan lintas tengah, pengguna jasa penyeberangan Pelabuhan Bakauheni, hingga masyarakat pengguna pos pengamanan dan pos pelayanan.

Pengukuran tingkat kepuasan menggunakan skala Likert dengan indikator penilaian meliputi keamanan perjalanan mudik, kelancaran lalu lintas, pelayanan petugas kepolisian, penanganan kemacetan, rekayasa lalu lintas, pelayanan pos pengamanan, pelayanan kesehatan, penanganan kecelakaan, hingga informasi dan komunikasi publik.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 857 responden atau 71,2 persen menyatakan sangat puas, 325 responden atau 27 persen menyatakan puas, dan hanya 22 responden atau 1,8 persen yang menyatakan kurang atau tidak puas. Dengan demikian, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 mencapai 98,2 persen.

Angka tersebut menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap kinerja Polda Lampung dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pemudik selama momentum Idulfitri. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda