Setia Rini, Hudzaifah Ubaidillah Irfani, dan orangtuanya. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Keberhasilan Hudzaifah Ubaidillah Irfani meraih gelar Terbaik IV Putra Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 disambut kesyukuran keluarga besar Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila.
Ajang yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Lampung kemarin tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Ubay, sapaan akrabnya, dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, wawasan kebahasaan, serta rasa percaya diri.
Atas pencapaiannya tersebut, Ubay mengaku merasa bangga sekaligus bersyukur karena mampu melewati seluruh tahapan seleksi yang cukup menantang.
“Alhamdulillah, tentu sangat bangga dan bersyukur bisa sampai di titik ini walaupun sebenarnya masih ingin memberikan hasil yang lebih baik lagi” ujarnya.
Dalam proses seleksi, Ubay mengungkapkan bahwa sesi wawancara akhir menjadi tantangan yang paling sulit baginya.
Ia harus mampu menjawab berbagai pertanyaan dengan baik di hadapan banyak orang, sementara berbicara di depan umum masih menjadi tantangan terbesar baginya.
Selain tahapan seleksi, masa karantina juga memberikan pengalaman tersendiri. Menurutnya, kebersamaan dengan para finalis menjadi momen paling berkesan selama mengikuti ajang tersebut.
Terutama momen saat latihan bersama, makan bersama, bercanda, sampai saling mendukung satu sama lain.
Meski harus menjalani berbagai aktivitas dan tampil di depan banyak peserta lainnya, Ubay mengaku tidak pernah terpikir untuk menyerah. Baginya, setiap proses harus dijalani dengan semangat dan keyakinan.
“Tidak boleh ada kata menyerah dalam proses ini,” kata dia hari ini kepada wartalampung.id.
Keberhasilan yang diraih Ubay juga tidak lepas dari dukungan orang-orang terdekat. Ia menyebut keluarga, dosen, teman, hingga kakak tingkat dari Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis turut memberikan motivasi selama dirinya mengikuti kompetisi tersebut.
Sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis, Ubay merasa kemampuan bahasa dan komunikasi yang dipelajarinya selama kuliah sangat membantu selama kompetisi berlangsung. Menurutnya, seorang Duta Bahasa harus mampu menyampaikan gagasan dengan baik serta memiliki keterampilan komunikasi yang kuat.
Ajang Duta Bahasa ini juga membawa perubahan besar terhadap perkembangan dirinya, terutama dalam hal kepercayaan diri. Ia mengaku semakin yakin dengan kemampuan yang dimiliki setelah beberapa kali tampil di atas panggung.
Menariknya, suasana antarfinalis selama pemilihan berlangsung tetap terjalin hangat dan penuh kekeluargaan. Ubay menilai seluruh peserta saling mendukung tanpa menjadikan kompetisi sebagai ajang persaingan yang tidak sehat.
Meski berhasil meraih prestasi membanggakan, untuk saat ini Ubay mengaku belum memiliki rencana mengikuti ajang serupa dalam waktu dekat. Ia ingin lebih fokus menjalani perkuliahan dan terus mengembangkan diri di bidang akademik.
Prestasi yang diraih Hudzaifah Ubaidillah Irfani diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani mencoba, mengembangkan potensi diri, serta mengharumkan nama program studi melalui berbagai ajang prestasi. [Helen Meldiana]

Tinggalkan Komentar Anda