Ilusttasi
Oleh Riza Harani Bangun & Endang Ikhtiarti, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung
Di tengah gempuran terjemahan otomatis dan kecerdasan buatan, jutaan orang masih memilih mempelajari bahasa Prancis. Bukan karena nostalgia, tetapi karena data membuktikannya.
| 396 Juta
Penutur Prancis di Dunia (2026) |
29 Negara
Negara Resmi Berbahasa Prancis |
700 Juta
Proyeksi Penutur Tahun 2050 |
#3 Dunia
Bahasa Bisnis Terpenting Global |
Setiap kali teknologi terjemahan berbasis AI mencapai babak baru entah itu DeepL yang semakin canggih, Google Translate yang kini memproses lebih dari 1 triliun terjemahan per tahun, atau demo real-time OpenAI yang menerjemahkan percakapan lintas bahasa dalam hitungan detik pertanyaan yang sama selalu muncul: untuk apa repot-repot belajar bahasa asing? Dan pertanyaan itu hampir selalu diarahkan kepada bahasa Prancis.
Jawabannya jauh lebih kompleks dari sekadar “AI belum sempurna”. Belajar bahasa Prancis di era ini bukan soal melawan teknologi, melainkan soal memanfaatkan sesuatu yang tidak bisa didigitalisasi: pemahaman lintas budaya, kepercayaan dalam negosiasi, dan akses ke pasar yang sedang tumbuh paling cepat di dunia.
Bahasa Prancis Tidak Mengecil—Ia Tumbuh
Ketika orang berbicara tentang “bahasa Prancis yang memudar relevansinya,” data mengatakan sebaliknya. Menurut laporan OIF (Organisation Internationale de la Francophonie) 2026, jumlah penutur bahasa Prancis di dunia telah mencapai 396 juta orang, naik dari 300 juta pada 2019 dan 321 juta pada 2022. Pertumbuhan ini dipimpin oleh Afrika Sub-Sahara, di mana populasi muda, urbanisasi cepat, dan ekspansi pendidikan mendorong lebih banyak orang menggunakan Prancis sebagai bahasa kedua mereka.
Proyeksinya lebih mengejutkan: peneliti memperkirakan jumlah penutur bahasa Prancis di dunia akan menyentuh 700 juta orang pada tahun 2050, hampir dua kali lipat angka saat ini. Afrika, yang kini menampung sekitar 65% dari total penutur Prancis global, akan menjadi jantung Frankofonia masa depan.
| « Bahasa Prancis adalah bahasa keempat paling banyak digunakan di dunia, bahasa ketiga paling tersebar secara geografis, dan satu-satunya bahasa selain Inggris yang diajarkan di setiap negara di dunia »
— Organisation Internationale de la Francophonie (OIF) 2026 |
Ini bukan angka statis. Dengan 170 juta pelajar bahasa Prancis aktif di 36 negara pada 2024, ekosistem pendidikan bahasa ini terus memperbarui diri. Bahasa Prancis adalah bahasa resmi di 29 negara, terbanyak kedua setelah Inggris dan menjadi bahasa kerja di Uni Eropa, PBB, UNESCO, NATO, Komite Olimpiade Internasional, dan puluhan lembaga multilateral lainnya.
Yang Tidak Bisa Dilakukan AI (Setidaknya untuk Sekarang)
Sebuah laporan tahun 2024 dari CEPR (Centre for Economic Policy Research) mencatat bahwa lebih dari tiga perempat penerjemah profesional merasa khawatir AI akan berdampak negatif pada penghasilan mereka. Bahkan The Economist sempat berkomentar bahwa AI “bisa membuat belajar bahasa asing menjadi kurang perlu.” Pernyataan yang provokatif, tetapi tidak sepenuhnya akurat.
| Yang Bisa Dilakukan AI
· Terjemahan teks sederhana secara instan · Transkripsi dan alih bahasa dokumen massal · Mempercepat proses lokalisasi konten · Membantu pelajar bahasa sebagai alat bantu · Menerjemahkan percakapan dasar secara real-time |
Yang Masih Butuh Manusia
· Nuansa budaya & konteks idiomatik · Kreativitas: sastra, iklan, humor lintas budaya · Membangun relasi personal yang autentik |
Sebuah studi 2024 menemukan bahwa manual produk yang diterjemahkan AI ke dalam Mandarin mengandung 30% ketidakakuratan kontekstual dan memerlukan penyuntingan ekstensif oleh manusia. Penelitian dari Frontiers in Artificial Intelligence (2025) menegaskan bahwa meskipun teknologi neural machine translation telah berkembang pesat, terjemahan mesin « tidak dapat menggantikan kreativitas dan kepekaan budaya penerjemah manusia. »
Survei British Council tahun 2024 memberikan perspektif yang menarik: 60% pengajar bahasa tidak percaya bahwa AI akan membuat pembelajaran bahasa menjadi tidak relevan. Alasannya? Nilai interaksi manusia yang sesungguhnya tidak bisa digantikan oleh mesin.
Soft Power yang Tidak Bisa Di-Prompt
Ada dimensi yang sering diabaikan dalam diskusi tentang relevansi bahasa Prancis: kekuatan budaya. Prancis memiliki Alliance Française di lebih dari 130 negara, jaringan institusi budaya terbesar di dunia. Ini bukan sekadar tempat belajar Bahasa, ini adalah pintu masuk ke ekosistem jaringan profesional, beasiswa, dan kolaborasi internasional.
Dalam diplomasi internasional, bahasa Prancis telah menjadi bahasa perjanjian dan negosiasi selama berabad-abad. Semua perjanjian yang didaftarkan ke PBB diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Prancis. Di Mahkamah Internasional di Den Haag, Prancis adalah satu-satunya bahasa kerja. Diplomat dari Indonesia yang fasih berbahasa Prancis memiliki akses ke jaringan dan percakapan yang sama sekali tidak terjangkau oleh Google Translate.
Dari sisi budaya, popularitas konten berbahasa Prancis di platform digital terus tumbuh. Serial Netflix seperti Lupin dan Call My Agent menjangkau puluhan juta penonton global. Musik artis seperti Stromae dan Christine and the Queens membangun penggemar di Asia Tenggara. Minat terhadap konten Prancis ini secara organik mendorong gelombang baru pelajar bahasa, bukan dari kewajiban akademis, tetapi dari kecintaan autentik.
Bagi Indonesia: Peluang yang Masih Terbuka Lebar
Indonesia memiliki hubungan diplomatik yang kuat dengan Prancis dan puluhan negara Frankofon. Program beasiswa seperti Eiffel Excellence Scholarship dari Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis, serta program Campus France, membuka peluang studi di universitas-universitas terbaik Prancis bagi pelajar Indonesia.
Di dunia kerja, fasih berbahasa Prancis membuka pintu ke perusahaan multinasional asal Prancis yang beroperasi di Indonesia, termasuk nama-nama besar seperti Total Energies, L’Oréal, Airbus, Michelin, BNP Paribas, dan Renault. Bagi profesional yang berambisi bekerja di organisasi internasional seperti UNDP, FAO, atau Unicef yang berkantor di Afrika Frankofon, kemampuan berbahasa Prancis bukan nilai tambah, ia adalah prasyarat.
Di era AI, belajar bahasa asing memang berubah, tapi tidak menjadi tidak relevan. Yang berubah adalah cara belajar: AI menjadi tutor yang sabar, mitra latihan percakapan, dan pemeriksa tata bahasa. Namun tujuan akhirnya tetap sama: kemampuan untuk hadir secara penuh dalam percakapan yang menentukan, membangun kepercayaan lintas budaya, dan menavigasi dunia yang semakin terhubung dengan kecerdasan yang tidak bisa dikodekan.
Bahasa Prancis, dengan 396 juta penuturnya hari ini dan proyeksi 700 juta di 2050, bukan sekadar warisan sejarah. Ia adalah investasi yang sedang tumbuh dan AI adalah alat yang akan membantumu sampai di sana lebih cepat, bukan membuatmu tidak perlu pergi.
REFERENSI & SUMBER
Organisation Internationale de la Francophonie (OIF). Rapport sur la langue française dans le monde, 2022 & 2026. https://www.francophonie.org
Tomedes. French Speaking Countries and the Varieties of French Around the World (April 2026). https://www.tomedes.com/translator-hub/french-speaking-countries
Wikipedia. French Language (Diperbarui Mei 2026). https://en.wikipedia.org/wiki/French_language
Frey, C. & Llanos-Paredes, A. Lost in Translation: AI’s Impact on Translators and Foreign Language Skills. CEPR VoxEU, 2025. https://cepr.org/voxeu/columns/lost-translation-ais-impact-translators-and-foreign-language-skills
SEAtongue. How AI is Transforming Translation & Localisation in 2025 (Februari 2025). https://seatongue.com/blog/business/how-ai-is-transforming-translation-localisation-in-2025/
Infomineo. Language AI Won’t Replace Human Translators Just Yet (Juni 2025). https://infomineo.com/services/content-services/language-ai-wont-replace-human-translators-just-yet/
British Council & ODUGlobal. AI and Automated Translation Will Not Replace the Need for Learning Languages (Maret 2024). https://www.britishcouncil.de/en/about/press/ai-and-automated-translation-will-not-replace-need-learning-languages-survey-finds
Frontiers in Artificial Intelligence. Man vs. Machine: Can AI Outperform ESL Student Translations? (Juli 2025). https://www.frontiersin.org/journals/artificial-intelligence/articles/10.3389/frai.2025.1624754/full

Tinggalkan Komentar Anda