Ekspor tapioka Lampung. | Dokumentasi
WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung memperkuat posisinya sebagai lumbung singkong nasional dengan melakukan ekspor perdana tepung tapioka ke pasar internasional.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara resmi melepas pengiriman 3.300 ton tepung tapioka senilai Rp26 miliar menuju Tiongkok melalui Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, kemarin.
Langkah strategis ini menandai dimulainya era hilirisasi komoditas singkong di Lampung, yang beralih dari penjualan bahan mentah menjadi produk industri bernilai tambah tinggi.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan bahwa ekspor ini merupakan tonggak penting bagi perekonomian daerah. Menurutnya, Lampung memegang peranan krusial karena menyumbang sekitar 70 persen dari total produksi tapioka nasional.
“Ekspor perdana ini adalah bukti nyata bahwa hilirisasi singkong di Lampung berjalan efektif. Kami tidak lagi hanya mengirim bahan mentah, tetapi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar global,” ujar Rahmat Mirzani Djausal saat melepas kontainer ekspor di Pelabuhan Panjang.
Mirzani menambahkan bahwa potensi sektor ini sangat besar mengingat hampir 20 persen wilayah Lampung saat ini ditanami singkong. Ia menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mengawal industri ini dari hulu ke hilir.
“Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendorong penguatan industri dan perlindungan bagi para petani. Kami juga fokus pada riset bibit unggul dan ekspansi pasar agar kesejahteraan petani singkong kita meningkat seiring dengan masuknya produk Lampung ke rantai nilai dunia,” imbuhnya.
Ekspor ke Tiongkok ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi produk turunan singkong Lampung untuk menembus pasar negara-negara lain.
Selain memperkuat devisa, aktivitas ekonomi ini diharapkan memberikan dampak langsung pada stabilitas harga singkong di tingkat petani lokal.
Dengan pencapaian ini, Lampung semakin mengukuhkan diri sebagai pemain utama dalam industri tapioka, tidak hanya di level nasional tetapi juga di kancah global. []

Tinggalkan Komentar Anda