Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung kembali mengikuti lomba nasional Hatta Got Talent 2026 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), 4-7 Maret 2026 (daring) dan pengumuman 8 Maret 2026.
Mahasiswa tersebut adalah mahasiswa KIP-K Universitas Teknokrat Indonesia. Mereka berhasil meraih juara III Lomba Video Kreatif Tingkat National di UMS 2026.
Dua mahasiswa tersebut adalah Maya Septianah dan Dian Haris Munanda dari Program Studi S1 Sistem Informasi dengan tema “Bergerak dan berdampak untuk Indonesia”. Adapun dosen pembimbing Parjito, S.Kom., M.Cs.
Adapun 4 aspek penilaian dalam lomba tersebut:
- Kesesuaian tema dengan bobot 25% yaitu relevansi dengan teman yang diangkat.
- Kreativitas dan orisinalitas dengan bobot 30% yaitu keunikan ide dan teknik pengambilan gambar
- Kualitas teknis dengan bobot 25% yaitu editing, kualitas suara (audio) dan sinematografi
- Penyampaian kesan dengan bobot 20% yaitu seberapa berkesan
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA menyampaikan apresiasinya. Ia mengucapkan selamat kepada Maya dan Haris serta Prodi S1 Sistem Informasi atas capaian kali ini.
”Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan menginspirasi mahasiswa penerima beasiswa dan mahasiswa lainnya,’ kata Rektor .
Maya dan Haris usai setelah mendapatkan prestasi nasional itu mengatakan, lomba video kreatif di UMS ini menambah pengalaman yang menantang sekaligus menginspirasi.
Manfaat mengikuti lomba Lomba Video Kreatif, selain mengejar juara, untuk:
- Mengasah keterampilan teknis dan kreativitas, untuk belajar lebih dalam soal storytelling, sinematografi, hingga editing. Proses memecahkan masalah saat produksi adalah guru terbaik.
- Memperluas networking, kami berkesempatan karya kami dinilai oleh juri profesional dan rekan sesama kreator.
- Memperkaya portofolio, sertifikat juara, digunakan untuk melengkapi portopolio sebagai mahasiswa berprestasi dan salah satu syarat untuk menerima beasiswa;
- Melatih mental dan manajemen waktu, bekerja dengan deadline ketat dan menghadapi penilaian juri, melatih ketangguhan mental serta kemampuan dalam mengelola waktu secara efektif dan bermanfaat.
- Personal branding, dikenal sebagai “kreator video” di lingkungan kampus atau media sosial meningkatkan kredibilitas sebagai mahasiswa yang aktif dan produktif.
Berikut adalah keterkaitan poin-poin yang Anda sebutkan dengan target SDGs:
- Kualitas Pendidikan (SDGs Poin 4)
Mengasah keterampilan teknis, kreativitas, dan proses problem solving saat produksi (Poin 1) berkaitan langsung dengan SDG 4: Quality Education. Lomba menjadi sarana pendidikan non-formal yang meningkatkan kompetensi teknis dan kejuruan (literasi digital), yang sangat relevan untuk persiapan dunia kerja di era industri 4.0.
- Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDGs Poin 8)
Membangun portofolio, sertifikat untuk beasiswa (Poin 3), dan memperkuat personal branding (Poin 5) mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth. Dengan keterampilan yang teruji, Anda meningkatkan daya saing di pasar kerja atau bahkan menciptakan lapangan kerja sendiri sebagai content creator kreatif, yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif.
- Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDGs Poin 9)
Networking dengan juri profesional (Poin 2) dan keberanian berinovasi dalam penyampaian pesan melalui video mendukung SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure. Hal ini mendorong riset dan inovasi digital serta penggunaan teknologi informasi untuk menyebarkan gagasan-gagasan baru.
- Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDGs Poin 17)
Memperluas jaringan dengan sesama kreator dan profesional (Poin 2) mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals. Kolaborasi antar-individu dan institusi melalui kompetisi menciptakan ekosistem pendukung untuk bertukar ilmu dan sumber daya demi mencapai tujuan bersama.
- Pengurangan Ketimpangan (SDGs Poin 10)
Manajemen waktu dan ketangguhan mental (Poin 4) serta pengakuan melalui portofolio (Poin 3) membantu mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk memiliki peluang yang setara dalam mengakses beasiswa atau karir tingkat lanjut, yang sejalan dengan semangat SDG 10: Reduced Inequalities. []

Tinggalkan Komentar Anda