Wartalampung.id, Bandar Lampung – PW Salimah Lampung menggelar kegiatan Safari Ramadan 1447 H dengan agenda Sehari Bersama Alquran yang dirangkaikan dengan Khataman Quran serta kajian bersama syekh asal Palestina, Malik Al Hamid, Sabtu (28/2/2026) di Masjid Babussalam, Kedaton, Bandar Lampung.
Kegiatan diawali dengan khataman sebagai pembuka rangkaian Safari Ramadan. Dalam sambutannya, Sekretaris PW Salimah Lampung, Fitri Agustin, menyampaikan bahwa sebagai sesama muslim sudah sepatutnya memiliki kepedulian terhadap saudara-saudari di Palestina.
Ia berharap khataman menjadi pembuka yang baik dan penuh keberkahan, sekaligus momentum untuk terus mendoakan serta memberikan kontribusi nyata bagi Palestina.
Kajian inti disampaikan oleh Syekh Malik Al Hamid yang membahas tentang kondisi Palestina, mukjizat Alquran, serta amalan-amalan utama di bulan Ramadan.
Ia menceritakan bahwa jarak rumahnya dengan Masjidil Aqsha sekitar satu jam perjalanan. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa Alquran adalah kunci dari segala kegelisahan dan kesedihan.
“Jika kita ingin ketenangan, bukalah Alquran. Dekatkan diri kita kepada Alquran, maka Alquran akan mendekat kepada kita,” kata dia.
Syekh Malik juga memberikan tips menghafal Alquran, di antaranya:
1. Niat yang benar karena Allah swt
2. Memohon doa dan pertolongan kepada Allah swt
3. Memiliki azzam (tekad kuat)
4. Istikamah meski sedikit
Syekh menegaskan bahwa amalan yang sedikit namun istiqomah lebih baik daripada banyak tetapi tidak konsisten.
Menghafal Alquran menjadi hadiah terbaik seorang anak untuk orang tua, serta menjadi sebab kemuliaan dan derajat tinggi di surga sesuai banyaknya ayat yang dibaca dan dihafal.
Ia juga menceritakan tentang Shoffatil Hufaaz di Gaza (markas Alquran), tempat diadakannya ujian tasmi’ 30 juz sekali duduk.
Di tengah keterbatasan dan kondisi perang, masyarakat Gaza tetap menghafal Alquran. Bahkan saat gencatan senjata, diumumkan wisuda tahfidz dan tasmi’ 30 juz sebanyak 600 orang penghafal Alquran.
Menjawab pertanyaan mengapa ujian besar terjadi di Gaza, ia mengingatkan bahwa Allah swt sedang menguji kesabaran hamba-hamba-Nya.
Para suhada mendapatkan kemuliaan dan diperbaiki keadaannya saat berjumpa dengan Allah swt.
Ia juga menyampaikan peran umat Islam di Indonesia, yaitu memperbanyak doa sebagai senjata orang beriman, menginformasikan kondisi Palestina kepada generasi selanjutnya, memboikot produk yang mendukung Israel, dan memberikan bantuan melalui infak dan donasi.
Di akhir kajian, Syekh Malik menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dan kebaikan yang selalu beliau rasakan selama berada di Indonesia. []Be

Tinggalkan Komentar Anda