Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar (dua kiri), Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (tiga kiri). | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar ikut memberikan dukungan atas ikhtiar Pemerintah Provinsi Lampung yang ingin mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, menurunkan tingkat kemiskinan sampai dengan 5 persen, menyukseskan program makan bergizi gratis, dan optimalisasi pendapatan BUMD baik di level provinsi maupun kabupaten/kota.
Giri menjelaskan, misi besar Indonesia Emas 2045 mesti ikut disukseskan pemerintah daerah termasuk Lampung.
Dalam konteks legislatif, Giri juga mendorong semua komisi di dewan yang bermitra dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyukseskan itu.
Giri menuturkan, untuk bisa menuntaskan misi besar Indonesia Emas 2045, pemda dan DPRD Lampung mesti bersinergi. Maka itu, ia meminta semua elemen menurunkan ego sektoral masing-masing. Dengan kerja bersama, misi besar itu bisa dicapai dan dituntaskan.
Setidaknya menuju 2029, ia optimistis pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8 persen dan angka kemiskinan bisa turun sampai dengan 5 persen.
Giri menyebutkan, dalam konteks program nasional makan bergizi gratis, misalnya, jika tenaga kerja yang iktu serta di dalamnya diambil dari keluarga prasejahtera, angka kemiskinan di Lampung bisa diakselerasi dalam hal penurunan.
Namun, kata Giri, konsep yang dipaparkan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal hari ini dalam Kick Off Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun 2027 di Balai Keratun, akan tercapai jika semua kabupaten/kota punya program yang selaras.
Maka itu, Giri sepakat jika semua kabupaten/kota bisa mempunyai program yang selaras. Hal itu akan mengakselerasi semua program pembangunan yang muaranya pada kesejahteraan rakyat.
Khususnya dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan optimalisasi BUMD provinsi dan kabupaten/kota.
Giri memastikan mengorkestrasi kekuatan di dewan agar misi besar ini tercapai dengan kemitraan yang harmonis antara setiap komisi dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Untuk kemiskinan, Giri mengutip abstraksi dari BPS Lampung yang tadi dipaparkan Kepala BPS Lampung Ahmadriswan Nasution.
Persentase penduduk miskin pada September 2024 sebesar 10,62 persen, menurun 0,07 persen poin terhadap Maret 2024 dan menurun 0,49 persen poin terhadap Maret 2023.
Jumlah penduduk miskin pada September 2024 sebesar 939,30 ribu orang, menurun 1,9 ribu orang terhadap Maret 2024 dan menurun 31,37 ribu orang terhadap Maret 2023.
Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2024 sebesar 7,91 persen, dibandingkan Maret 2024 menurun sebesar 0,27 persen.
Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2024 sebesar 12,04 persen, meningkat dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 0,07 persen. []

Tinggalkan Komentar Anda