Khairunnisa "Lyaa" Eka Mulya. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Selain modeling dan atlet dancesport, Lyaa juga ternyata penari berbakat yang dimiliki Lampung.
Alumnus SMAN 2 Bandar Lampung tahun 2024 ini mengatakan, ia mulai tertarik pada dunia tari sejak mulai di taman kanak-kanak (TK). Bahkan, lebih dini lagi kala ia masih usia 4 tahun dan baru mau pendidikan anak usia dini (PAUD).
Pemilik nama lengkap Khairunnisa Eka Mulya ini mengatakan, awalnya bundanya melihat Lyaa sebagai anak yang hiperaktif. Usai menonton sebuah acara di televisi soal tari, bunda kemudian mendaftarkan Lyaa untuk les tari.
Saat itu ada salah satu peserta tari namanya Sandrina dan mungkin saja bunda merasa takjub bagaimana tubuh bisa bercerita tanpa kata-kata.
Ibunya Lyaa kemudian mencarikan les/kursus tari di Bandar Lampung.
Bagi Lyaa, menari adalah wujud perasaan bebas dan bahagia setiap kali mengikuti irama musik.
Itu adalah satu cara Lyaa mengekspresikan emosi yang sulit diungkapkan secara lisan.
Baca Juga: Model Lyaa Harumkan Dancesport Lampung, Semifinal PON XXI Pacu Prestasi Tinggi
Lyaa kini mendalami beberapa jenis tarian, antara lain tari tradisional (Sigeh Pengunten/Lampung), (Tari Piring/Sumatera Barat), dan (Tari Saman/Aceh), dan beberapa tari tradisi daerah lainnya.
Selain itu, Lyaa juga menguasai modern dance/kontemporer serta K-Pop Cover Dance.
Lyaa mulai tampil dalam pentas-pentas tari sejak TK sampai dengan SMA. Ia kemudian turut serta dan mengikuti kompetisi tingkat daerah sampai internasional.
Beberapa ajang itu antara lain Festival Payung Indonesia 2022 dan Lanjot Art Festival 2017, dan Juara I (Penyaji Terbaik) FLS2N SMP Tingkat Nasional tahun 2020.
Ia juga tercatat ikut beberapa kali perlombaan tari atau mengisi acara resmi lainnya.
Sejauh ini pengalaman paling berkesan adalah saat tampil di panggung besar dengan kostum lengkap. Kata Lyaa, ada sensasi nerve-wracking sebelum naik panggung.
Tetapi, begitu lampu sorot menyala dan penonton bertepuk tangan mengikuti ritme, rasa lelah saat latihan berbulan-bulan langsung terbayar lunas.
”Keajaiban panggung itu tidak ada duanya,” kata dia kepada wartalampung.id baru-baru ini lewat pesan tertulis.
Soal kendala, kata diam lebih pada mengatur waktu antara latihan yang intensif dan tugas kuliah.
Baca Juga: Model dan Miss Aesthetic Beauty Charm Lampung Lyaa: Cantik itu Nyaman dengan Diri Sendiri
Jadi dancer ini juga kadang berisiko cedera. Lyaa berujar, ia juga pernah terkena cedera fisik ringan seperti terkilir atau kram otot akibat kurangnya pemanasan.
Untuk menjadi dancer yang mahir tentu membutuhkan latihan dan waktu. Biasanya bulanan hingga tahunan untuk menjadi mahir.
Itu pun nasih bergantung pada bakat dan frekuensi latihan.
Menurut Lyaa, dalam menari kuncinya hanya tiga.
”Disiplin, muscle memory, dan menari dengan hati.”
Lyaa berusaha seimbang untuk menguasai tarian tradisional dan modern.
”Aku bangga membawakan tari tradisional karena ada nilai pelestarian budaya dan teknik yang rumit.”
Namun, ia juga aktif di tari modern karena lebih dinamis dan relevan dengan tren masa kini.
”Keduanya saling melengkapi kemampuan teknis aku, yang intinya aku tetap enjoy menggerakkan keduanya.”
Untuk teman-teman gen Z, ia mengatakan, menari itu bukan cuma soal gerak kuno.
Menari itu self-branding.
”Bayangkan, kita bisa dibilang keren banget kalau kita punya skill yang bisa dipublikasikan di media sosial sekarang (TikTok/Reels).”
Bagi Lyaa, menari juga salah satu cara menjaga kesehatan mental. Kata dia, menari menjadi sarana stress release setelah penat dengan rutinitas dan juga sebagai komunitas yaitu tempat mencari relasi dan teman baru yang punya hobi sama.
Peran bunda bagi Lyaa sangat besar. Bunda yang paling detail dalam membantunya memakaikan/ menyiapkan kostum, mengantar latihan, bahkan jadi kritikus pertama kalau gerakannya kurang luwes.
Bunda juga memberikan dukungan moral dan finansial untuk kostum atau biaya les tari.
Ia selalu bilang bahwa apa pun hobinya, selama positif dan dilakukan dengan serius, seperti menari, dancesport, modelling, pageant, dan bahkan sekarang Lyaa punya side job sebagai kreator konten beauty influencer dengan niche beauty.
”Beliau mendukung penuh. Bunda adalah suporter nomor satu.” []
Biodata
Nama : Khairunnisa Eka Mulya
Panggilan : Lyaa
Kelahiran : Bandar Lampung, 27 Juni 2006
Status : Anak pertama
SMA : Alumnus SMAN 2 Bandar Lampung tahun 2024
Kampus : Fakultas Hukum Unila (semester 4)
Tinggi : 163 cm
Berat : 47 kg

Tinggalkan Komentar Anda