Wartalampung.id, Bandar Lampung – AI Ideathon 2025 Lampung ditutup dengan lahirnya solusi nyata dari warga Lampung sendiri.
Melalui kolaborasi Pemprov Lampung, Amazon Web Services, dan Westcon Comstor, inovasi berbasis AI diarahkan langsung untuk menjawab masalah desa.
Dari 164 peserta dengan latar belakang ASN, mahasiswa, pendidik, petani, hingga masyarakat umum, lahir 41 aplikasi berbasis AI.
Semua dikembangkan untuk kebutuhan riil di lapangan. Bukan untuk pamer teknologi. Tapi untuk membantu masyarakat.
Tiga karya terbaik menunjukkan bagaimana teknologi bisa bekerja untuk desa.
- AI Aqua Guard lahir dari kegelisahan terhadap kualitas air tambak. Aplikasi ini membantu pembudidaya memantau kondisi air lebih cepat. Risiko gagal panen bisa ditekan. Produksi perikanan menjadi lebih aman dan berkelanjutan.
- Agri Desa Go AI hadir dari persoalan petani desa. Banyak petani masih kesulitan menentukan komoditas dan pola tanam. Aplikasi ini menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi modern. Tujuannya membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
- Fitrah Learn berangkat dari tantangan pendidikan di daerah. Tidak semua anak belajar dengan cara yang sama. Platform ini membantu memetakan gaya berpikir anak. Proses belajar menjadi lebih tepat dan berkualitas.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzano Djausal kemarin di kantornya menegaskan bahwa inovasi seperti ini penting untuk memperkuat sektor utama Lampung.
Pertanian, perikanan, dan pendidikan membutuhkan teknologi yang bisa langsung digunakan masyarakat. Bukan sekadar konsep.
Melalui AI Ideathon, desa tidak lagi menunggu solusi dari luar.
Desa menciptakan jawabannya sendiri.
Pemerintah Provinsi Lampung, kata Mirza, berkomitmen memastikan inovasi yang lahir terus dikembangkan.
Tidak berhenti di kompetisi, tapi tumbuh menjadi produk, layanan, dan kebijakan yang berdampak. []

Tinggalkan Komentar Anda