Wartalampung.id, Bandar Lampung – 25 Desember 2025, Desliyani Natalia memasuki usia ke-31 tahun. Momentum pertambahan usia ini dimaknai sebagai ruang refleksi atas perjalanan hidup, proses bertumbuh, serta harapan ke depan.
Bagi Desliyani, usia bukan sekadar angka, melainkan penanda proses panjang yang telah dilewati dengan berbagai dinamika kehidupan.
Di usia ini, ia mengakui masih terus belajar memahami kedewasaan dan arah hidup.
“Kadang masih merasa belum sepenuhnya dewasa dan belum menjadi apa-apa,” ungkapnya.
Namun, ketika menengok kembali perjalanan yang telah dilalui, Desliyani menyadari bahwa banyak fase sulit berhasil dilewati dengan ketekunan dan doa.
Menurut dia, proses bertumbuh tidak selalu ditandai dengan pencapaian besar yang tampak secara kasat mata. Bertahan, tetap berjalan, dan tidak menyerah di tengah keterbatasan justru menjadi bagian penting dari pembelajaran hidup.
Aktif sebagai penulis, narablog, dan kreator konten, Desliyani saat ini mengelola Desmedia yang telah berjalan selama dua tahun. Desmedia tersebut menjadi ruang berkarya sekaligus wadah pembelajaran berbagi konten positif dan edukatif.
Selain itu, Desliyani juga masih aktif sebagai pengurus PW Salimah Lampung, sebuah organisasi perempuan yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Keterlibatannya di organisasi tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus belajar, berkontribusi, dan memberi manfaat di tengah masyarakat.
Ia berharap, di usia 31 tahun ini, Desmedia dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya melalui konten edukatif, inspiratif, dan bermakna.
“Harapannya, apa yang saya kerjakan ke depan bisa semakin bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain,” ujarnya.
Selain fokus pada dunia konten dan aktivitas sosial, Desliyani juga tengah mempersiapkan langkah besar lainnya.
Ia merencanakan peluncuran brand fashion muslim yang telah dirancang sejak lama. Jenama tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan produk busana, tetapi juga membawa nilai, identitas, dan kebermanfaatan.
Ke depan, Desliyani berharap dapat menjalani kehidupan dengan hati yang lebih tenang, langkah yang lebih terarah, serta konsistensi dalam berkarya dan berusaha.
Baginya, usia 31 tahun bukanlah fase yang menakutkan, melainkan bukti bahwa proses hidup terus berjalan dan selalu memberi ruang untuk tumbuh.
Menutup refleksinya, Desliyani menyampaikan rasa syukur karena hingga hari ini masih dikelilingi oleh orang-orang baik yang tulus mendukung dan menyayanginya.
Ia berharap setiap langkah ke depan senantiasa berada dalam lindungan Allah swt serta membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. []

Tinggalkan Komentar Anda