Michelle Sasha Sidabalok
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Michelle Sasha Sidabalok, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung sekaligus juara III Duta GenRe Provinsi Lampung, menjadi pemateri dalam Webinar Online bertema “You Need to Talk, You Need to Speak” yang diselenggarakan oleh Generasi Muda Berprestasi pada 28 November 2025 secara daring.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 60 remaja dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari usia 13 tahun hingga mahasiswa tingkat akhir.
Webinar ini bertujuan mengembangkan kemampuan wicara publik serta menumbuhkan keberanian generasi muda dalam menyampaikan pendapat dan aspirasi secara positif.
Michelle membawakan materi mengenai wicara publik, kepemimpinan, personal branding, hingga pembahasan tentang kesehatan mental dan kepribadian yang bertumbuh.
Materi tersebut dibawakan berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai seorang duta remaja yang kerap berbicara di berbagai forum.
Michelle mengungkapkan kebahagiaannya dapat berbagi wawasan kepada peserta dari berbagai daerah. Ia menilai bahwa kemampuan berbicara dan percaya diri sangat penting untuk dimiliki remaja masa kini.
Ia menekankan bahwa keterampilan berbicara bukan hanya soal tampil di panggung besar, melainkan harus dimulai dari ruang lingkup terkecil seperti dengan teman terdekat agar nantinya tumbuh menjadi keberanian yang lebih besar.
“Mulai dari lingkup kecil, kelas, sekolah, baru kemudian ke publik yang lebih luas,” ujar Michelle.
Antusiasme peserta sangat tinggi dan membuat jalannya webinar semakin hidup.
Michelle mengaku terkejut dengan tingginya jumlah pertanyaan yang masuk di kolom komentar, bahkan sebelum materi selesai dijelaskan.
Lebih dari 20-30 pertanyaan muncul selama sesi berlangsung, sehingga webinar yang awalnya direncanakan hanya satu jam, ternyata mengalir menjadi 2,5 jam.
Michelle menilai, para peserta yang mengikuti webinar imi memiliki semangat belajar yang besar dan rasa ingin tahu yang luas. Hal inilah yang menurutnya perlu terus didukung melalui ruang edukasi dan pengembangan diri.
Ia berharap lebih banyak remaja Indonesia berani berbicara, berpendapat, dan mengambil peran dalam membawa perubahan. [Delima Kurnia]

Tinggalkan Komentar Anda