Darling DMC Dompet Dhuafa. | Dok DD Lampung
Wartalampung.id, Bandar Lampung — Dompet Dhuafa (DD) Lampung memberangkatkan Tim Darling (Dapur Keliling) sebagai bagian dari respons cepat terhadap bencana yang melanda wilayah Sumbar.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung Nandrianto Suparno, bersama staf Program Bidang Kebencanaan Rony Julianto, serta staf Program Ajeng Dini Utami menginformasikan ada dua orang yang berangkat ke Sumbar, yaitu Rony dan Haris.
Keduanya bertugas mengoperasikan kendaraan dan membantu operasional dapur keliling di lapangan.
Menurut Nandrianto, respons cepat ini dilakukan segera setelah kabar bencana diterima oleh jaringan Dompet Dhuafa di seluruh Indonesia.
“Pada saat kejadian, tim regional di masing-masing wilayah sudah langsung turun. Beberapa hari kemudian tim lainnya menyusul untuk proses evakuasi. Kami dari DD Lampung berangkat pada 02 Desember 2025 pukul 18.30,” jelasnya.
Langkah awal sebelum keberangkatan adalah memastikan logistik dan armada Darling dalam kondisi siap. Tim juga membawa perlengkapan yang dibutuhkan untuk membuka posko darurat di lokasi terdampak.
Seluruh tim kebencanaan Dompet Dhuafa baik dari pusat, regional, hingga daerah terlibat dalam operasi kemanusiaan ini.
Koordinasi dilakukan setiap hari melalui grup komunikasi dan rapat konsolidasi daring untuk mempercepat proses pemetaan kebutuhan serta strategi respon.
Target utama dari misi ini adalah pendistribusian makanan, sembako, serta pembukaan posko layanan bagi warga yang terdampak.
Dompet Dhuafa Lampung membawa sejumlah bantuan untuk wilayah Sumbar dan daerah terdampak lainnya. Bantuan tersebut meliputi:
- Peralatan memasak
- Sembako
- Obat-obatan
- Paket perlengkapan kebersihan
- Kebutuhan dasar untuk operasional posko
- Donasi yang telah terhimpun dari masyarakat Lampung
Penentuan jenis bantuan dilakukan berdasarkan assessment langsung di lapangan oleh tim yang lebih dulu berada di lokasi.
Ia juga menambahkan kebutuhan bantuan di lapangan masih akan terus diperbarui. Informasi tambahan kebutuhan akan disampaikan secara berkala kepada publik dan donatur.
Sementara untuk mekanisme distribusi, tim DD Lampung akan terhubung dengan tim yang sudah berada di lokasi untuk memetakan titik penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Tim Dompet Dhuafa Lampung melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan Darling. Perjalanan menuju titik terdampak diperkirakan memakan waktu hingga 30 jam.
Rony menjelaskan tantangan utama dalam perjalanan adalah kondisi rute yang seringkali tidak sesuai dengan ekspektasi.
“Apa yang direncanakan belum tentu sama dengan realita di lapangan. Tim harus terus waspada, terutama melewati wilayah-wilayah yang infrastrukturnya terdampak bencana,” tambahnya.
Dompet Dhuafa Lampung memastikan akan terus memberikan update situasi dan kebutuhan di lapangan kepada masyarakat. Mereka mengajak masyarakat Lampung untuk terus memberikan dukungan agar misi kemanusiaan ini tetap berjalan optimal.
“InsyaAllah bantuan dari masyarakat Lampung akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita di Sumatera yang sedang tertimpa musibah,” tutupnya. [Dandy HR]

Tinggalkan Komentar Anda