Hiburan

Fazarahman Segian, Pemetik Sape Viral di TikTok Alumnus Prodi Pendidikan Musik FKIP Unila

Fazarahman Segian, Pemetik Sape Viral di TikTok Alumnus Prodi Pendidikan Musik FKIP Unila

Fazarahman Segian

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Fazarahman Segian adalah pemusik muda berbakat asal Talang Padang, Tanggamus.

Ia adalah alumnus Program Studi Pendidikan Musik (PSM) FKIP Unila tahun 2022. Talentanya dalam bermusik mengagumkan.

Pada usia yang ke-26, ia sudah merasakan beragam pengalaman di bidang musik. Pengalaman itu membentuknya menjadi anak muda yang gigih dalam mengembangkan bakatnya dalam bidang musik.

Fazarahman punya kemampuan memainkan sape, alat musik petik melodis dari suku Dayak Kalimantan.

Alat musik petik ini memiliki berbagai nama panggilan, seperti sampe, sampek, atau sapeh yang berarti “memetik dengan jari”.

Sape berfungsi menghasilkan melodi. Ia mengatakan, fungsi awal dari alat musik ini adalah digunakan untuk hiburan dan mengiringi tarian adat, pertunjukan seni, serta digunakan untuk menyampaikan pujian kepada roh atau kekuatan spiritual dalam upacara adat.

Dalam tradisi kuno, sape memiliki makna berbeda tergantung waktu memainkannya.

Jika dimainkan di siang hari, iramanya mengungkapkan kegembiraan. Sementara jika dimainkan di malam hari, iramanya mengungkapkan kesedihan atau rasa syahdu.

Alat ini berbentuk seperti perahu, terbuat dari kayu, dan memiliki senar atau dawai yang menghasilkan melodi yang khas.

Dengan jemarinya yang terampil, Fazarahman berhasil live memainkan alat musik tersebut di TikTok dan mendapat simpati 4,2 juta follower di akun @egi.weyyy.

Lagunya yang lumayan viral adalah “Gerimis Mengundang”.

Ia juga pernah mengisi acara kaum muda Brownis (Obrolan Manis) dan di acara Insert di TransTV tentang alat musik sage ini.

Berbagai tawaran mengisi acara pesta juga telah dia jalani di berbagai kota besar, seperti Padang, Palembang, Bekasi, dan Bandar Lampung.

Sosok yang terkenal dengan nama panggilan Egi ini juga telah merintis kariernya pada sebuah grup band sejak 2018 bernama “Kulit Tipis” dan menggondol juara I di Eat Boss Café.

Dengan keahliannya bermain musik, Egi juga berhasil meraup Rp70-an juta dengan ngamen online melalui unggahan TIKTok-nya.

Karier yang dicapainya tak lepas dari usahanya bermain gitar dalam grup band yang sudah dirintisnya sejak SMA bersama dengan teman- temannya:  Dipfa Band.

Band ini meraih beberapa prestasi, di antaranya:

Juara I Festival Musik Antar-SMA dan SMP Se-Kabupaten Tanggamus 2016

Juara I Festival Band Lagu Lampung Dewan Kesenian Tanggamus 2016

Juara I Festival Musik Pelajar Ke-7 Se-Sumbagsel 2016

Juara III Soundclub Music Festivival 2016

Sejak sekolah dasar, Egi ini sudah kelihatan kemampuan bidang seninya. Ia piawai bermain keyboard. Orangtuanya memang hobi menyanyi dan bermain gitar. [Endang Ikhtiarti/Dosen Bahasa Prancis FKIP Unila]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda