Herman (tengah) bersama dosen dan mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila. | Delima Kurnia
Wartalampung.id, Jakarta — Association des Professeurs de Français d’Indonésie (APFI) atau Perhimpunan Pengajar Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Seluruh Indonesia (PPPSI) resmi menetapkan Herman sebagai presiden APFI periode 2025-2030, Rabu, 12/11/2025.
Pemilihan yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu, (8/11) dengan dihadiri perwakilan dari berbagai cabang APFI di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini diawali dengan pembacaan laporan pertanggungjawaban capaian dan kinerja oleh Présidente demisioner, Tri Indri Hardini, serta pembacaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) APFI.
Setelah itu, proses pemilihan dilaksanakan dengan menghadirkan tiga calon kandidat, yakni Herman dari Yogyakarta yang juga Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY); Diah Kartini Laksman dari APFI Cabang Jakarta; dan Andi Wete Polili dari APFI Cabang Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).
Pemilihan berlangsung dalam dua tahap setelah pada pemilihan pertama terjadi hasil imbang antara Herman dan Andi Wete Polili.
Pada pemilihan kedua, Herman berhasil meraih suara terbanyak dan resmi terpilih sebagai presiden APFI untuk masa bakti 2025-2030.
Dalam sambutannya, Herman menyampaikan harapannya agar APFI tetap menjadi organisasi yang dinamis dan progresif dalam lima tahun ke depan.
“APFI harus terus berperan aktif sebagai bagian dari FIPF dalam memajukan profesi pengajar bahasa Prancis di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik. Semoga APFI menjadi wadah kolaboratif untuk berbagi inovasi, memperkuat solidaritas, serta menjawab tantangan pendidikan di era global,” ujarnya.
Sementara itu, Tri Indri Hardini selaku presiden sebelumnya berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan program yang telah berjalan.
“Harapannya semoga ketua yang baru dapat melanjutkan program-program yang sudah berjalan dan membawa APFI menjadi lebih baik ke depan,” tuturnya.
APFI memiliki beberapa cabang di seluruh Indonesia, antara lain Sumbagut, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat.
Organisasi ini berperan penting dalam mengembangkan profesionalisme pengajar bahasa Prancis di Indonesia melalui berbagai kegiatan akademik dan kolaboratif. [Delima Kurnia]

Tinggalkan Komentar Anda