Conférence Internationale sur le Français (CIF) 2025. | Delima Kurnia
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Tiga dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila yakni Indah Nevira Trisna, Riza Harani Bangun, dan Setia Rini beserta tujuh belas mahasiswa menghadiri kegiatan Conférence Internationale sur le Français (CIF) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Sabtu (10/11/2025).
Kegiatan CIF merupakan agenda tahunan AFPI yang berbentuk seminar internasional dan menjadi ajang berbagi gagasan bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa di bidang bahasa Prancis.
Tahun ini, kegiatan diselenggarakan oleh AFPI Cabang Jakarta bekerja sama dengan UNJ, Universitas Indonesia (UI), Institut Français d’Indonésie (IFI) serta GMP (Groupe des Professeurs de Français).
Association des Professeurs de Français en Indonésie (AFPI) atau Perhimpunan Pengajar Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Se-Indonesia (PPPSI) adalah wadah resmi yang menaungi program studi pendidikan bahasa Prancis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Saat ini, terdapat 15 universitas di Indonesia yang memiliki program studi bahasa Prancis, dengan kepengurusan AFPI yang terbagi ke dalam beberapa cabang di berbagai daerah.
Selain itu, AFPI juga menyelenggarakan kongres setiap empat tahun sekali sebagai forum pemilihan Président de l’AFPI.
Dalam seminar internasional tahun ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Samira Belyazyid Profesor Universitas Mocton asal Kanada dan Wening Udasmoro Wakil Rektor sekaligus dosen di Departemen Bahasa Prancis Universitas Negeri Gajah Mada (UGM).
Keduanya membawakan materi mengenai pengajaran dan pengembangan bahasa Prancis dalam konteks global.
Selain sesi utama, CIF 2025 juga menghadirkan berbagai presentasi ilmiah yang terbagi ke dalam beberapa bidang, seperti linguistik, media pembelajaran bahasa Prancis, penerjemahan, dan pariwisata.
Dalam kegiatan ini, dosen dan mahasiswa dari berbagai kampus turut berpartisipasi mempresentasikan hasil penelitian mereka.
Menurut Koordinator Prodi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Setia Rini, kegiatan ini menjadi wadah penting bagi para mahasiswa yang berada dalam ranah bahasa maupun sastra prancis untuk memperluas wawasan dan memperkuat jejaring kerja sama antarlembaga.
“Dengan mengikuti kegiatan seminar CIF ini dapat menjadi pengalaman berharga dalam memperluas relasi dengan peserta dari berbagai universitas, menambah pengetahuan dan motivasi belajar, serta membuka wawasan baru tentang perkembangan bahasa Prancis di dunia internasional”, ujarnya.
Kegiatan tahunan ini diharapkan terus menjadi ajang kolaborasi akademik bagi pengajar dan peneliti bahasa Prancis di Indonesia untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan global. [Delima Kurnia]

Tinggalkan Komentar Anda