Kesepakatan Itera, Himperra, BTN Syariah, dan Sekolah Properti untuk bekerja sama. | Dokumentasi Himperra
Wartalampung.id, Jati Agung – Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi, industri properti, dan lembaga keuangan syariah, Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama DPD Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Provinsi Lampung, Sekolah Properti Himperra (SPH), dan Bank BTN Syariah Lampung menggelar pertemuan strategis untuk membahas pengembangan Program Sekolah Properti Himperra di Lampung, Kamis, 30/10/2025.
Pertemuan yang berlangsung di kampus Itera ini dihadiri langsung oleh Rektor Itera I Wayan Pugeg Aryantha, Ketua DPD Himperra Lampung Tri Joko Margono, Branch Manager BTN Syariah Lampung Asti Kumala Putri, serta Tim Pengurus Sekolah Properti Himperra (SPH) Pusat, yakni Hadiana dan Akhmad Syarbini.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak membahas potensi kerja sama yang meliputi pengembangan kurikulum berbasis industri, program pelatihan dan sertifikasi profesi properti, hingga inkubasi bisnis dan pembiayaan syariah bagi mahasiswa dan pengembang muda di Lampung.
Rektor menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri.
“Kolaborasi ini sangat relevan dengan semangat Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Kami mendukung penuh inisiatif Himperra dalam mengembangkan pendidikan properti berbasis praktik dan riset, yang dapat menghasilkan lulusan siap kerja dan mampu berkontribusi bagi pembangunan perumahan rakyat,” ujarnya.
Tri Joko Margono menjelaskan, tujuan utama program Sekolah Properti Himperra adalah menciptakan sumber daya manusia profesional di bidang properti yang berdaya saing tinggi, beretika, dan memahami prinsip keberlanjutan.
“Kami ingin membangun ekosistem pendidikan properti yang terintegrasi dengan dunia usaha dan perbankan. Kolaborasi ini bukan hanya tentang pelatihan teknis, tetapi juga tentang membangun karakter, etika bisnis, dan pemahaman keuangan syariah di sektor properti,” jelasnya.
Sementara itu, Asti Kumala Putri menyampaikan komitmen pihaknya untuk mendukung pengembangan Sekolah Properti melalui penyediaan layanan keuangan dan pembiayaan pendidikan berbasis syariah.
“BTN Syariah siap menjadi mitra strategis dalam mendukung pendidikan, literasi keuangan, dan pembiayaan bagi generasi muda yang ingin terjun ke industri properti. Kami melihat sinergi ini sebagai langkah penting membangun ekosistem ekonomi syariah di sektor properti daerah,” ungkap Asti.
Dari pihak SPH Pusat, Hadiana dan Akhmad Syarbini menambahkan, Lampung dipilih sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan karena memiliki potensi besar di sektor perumahan, infrastruktur, dan pendidikan.
“Kami ingin menjadikan sekolah ini sebagai model integrasi antara akademik, industri, dan perbankan. Dari sini akan lahir pengembang-pengembang muda yang kompeten dan siap berkontribusi untuk negeri,” ujar Hadiana.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan Lampung menjadi pusat pengembangan pendidikan dan inovasi di bidang properti yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga sosial dan keberlanjutan, sejalan dengan visi nasional Himperra dalam mendukung program 3 juta rumah untuk rakyat. []

Tinggalkan Komentar Anda