Berita Foto Politik

Tunggu Bendungan Way Sekampung Rampung, Abdul Hakim Perjuangkan Penambahan 222.888 Ha Irigasi Sawah

Tunggu Bendungan Way Sekampung Rampung, Abdul Hakim Perjuangkan Penambahan 222.888 Ha Irigasi Sawah

Abdul Hakim. | Dokumentasi

Abdul Hakim. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Bendungan Way Sekampung di Banjarejo, Kecamatan Banyumas, Pringsewu, tanggal 22 Maret 2021 lalu dikunjungi Wakil Presiden Amin Ma’ruf. Bendungan tersebut direncanakan rampung ada bulan Juli tahun ini.

Bendungan ini dirancang dengan kapasitas tampung air sebanyak 68 juta kubik dan akan dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi sebesar 55.373 hektar. Air irigasi untuk ekstensifikasi berupa pengembangan daerah irigasi rumbia extension dengan potensi 17.334 hektar.

Hingga kini, proyek pembangunan bendungan Way Sekampung sudah mencapai 92,33 persen.

Merespons itu, anggota Komite IV DPD RI daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim berharap Bendungan Way Sekampung selesai sesuai dengan tenggat. Dengan demikian, distribusi air ke sawah petani bisa lekas terealisasi.

Abdul Hakim mengatakan, dalam 22 program yang ia canangkan selama periode berkhidmat di DPD, ia juga memasukkan poin soal itu.

Pada poin nomor 11, Abdul Hakim mengatakan, ia akan berusaha meningkatkan irigasi sawah seluas 222.888 hektar.

Abdul Hakim mengatakan, 222.888 hektar itu adalah usahanya dalam menambah saluran irigasi. Sedangkan untuk sawah yang sudah ada, ia sedang memperjuangkan 394,686 hektar untuk mendapatkan saluran irigasi.

Abdul Hakim berharap Bendungan Way Sekampung ini bisa menjadi solusi atas kebutuhan air petani untuk sawah mereka.
Abdul Hakim ingin, Lampung menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

Dengan demikian, kebutuhan pangan masyarakat Lampung bisa dipenuhi dari daerah sendiri dan mampu memasok daerah lain.

Abdul Hakim meyakini, usai dikunjungi Wakil Presiden Amin Ma’ruf, Bendungan Way Sekampung bisa cepat rampung. Abdul Hakim menuturkan, Pemerintah Provinsi Lampung memang sudah melakukan rehabilitas terhadap jaringan irigasi tersier seluas 170 ribu hektar sejak 2015.

Namun, ikhtiar itu, kata Abdul Hakim, mesti ditambah dengan penambahan saluran irigasi dan adanya bendungan yang memasok air ke saluran irigasi demi kebutuhan petani sawah Lampung. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda