Bandar Lampung

Duta Bahasa Provinsi Lampung 2024 Ahmad Abdul Aziz Narasumber Francetival 2025

Duta Bahasa Provinsi Lampung 2024 Ahmad Abdul Aziz Narasumber Francetival 2025

Ahmad Abdul Aziz. | Anggi Dwi Raharti

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Acara tahunan Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung “Francetival 2025”, menghadirkan sosok inspiratif, yaitu Ahmad Abdul Aziz, pemenang pertama Duta Bahasa Provinsi Lampung 2024.

Dalam tema “Bahasa Membuka Peluang Karir dan Meretas Jalan Menuju Masa Depan”, ia mengajak mahasiswa untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa serta berani menciptakan peluang melalui kemampuan berbahasa.

Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga koneksi dan peluang karier.

Ia mencontohkan, kemampuan berbahasa asing seperti Prancis menjadi modal besar di dunia profesional, terutama di era globalisasi.

“Bahasa itu bukan sekadar alat untuk berbicara, melainkan juga senjata untuk membuka koneksi. Semakin banyak bahasa yang kita kuasai, semakin luas pula dunia yang bisa kita jangkau,” jelasnya.

Ia juga membagikan pengalamannya sebagai Duta Bahasa hingga perwakilan Lampung di tingkat nasional.

Ia mengungkapkan, banyak negara kini mulai menggunakan bahasa Indonesia dalam forum internasional, sehingga peluang mahasiswa bahasa asing untuk menjadi pengajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) sangat terbuka lebar.

Tidak hanya pengajar BIPA, tetapi juga jurnalis, pariwisata, hingga polisi juga menjadi salah satu peluang dari menguasai bahasa asing.

Selain itu, dia menyoroti pentingnya personal branding dan keberanian tampil di depan umum.

Ia mendorong mahasiswa untuk aktif menunjukkan karya dan proses belajar melalui media sosial.

“Gunakan media sosial bukan cuma untuk hiburan, tapi juga sebagai portofolio. Dunia sekarang menilai dari rekam jejak digital,” ujarnya.

Di akhir sesi, Ahmad Abdul Aziz menegaskan pentingnya mental tangguh dalam menempuh pendidikan bahasa.

Ahmad memberikan semangat kepada mahasiswa Bahasa Perancis, untuk melihat bahwa bahasa bukan sekadar bidang studi, melainkan jalan menuju masa depan yang penuh peluang. [Anggi Dwi Raharti]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda