Agus Harimurti Yudhoyono (kiri). | Delima Kurnia
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memaparkan sejumlah tantangan sekaligus potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam menghadapi masa kini dan masa depan.
Hal ini ia sampaikan dalam kuliah umum Stadium General BEM U KBM Unila di Gedung Serbaguna (GSG), Selasa, 14/10/2025.
AHY menjelaskan, Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk mencapai 280 juta jiwa dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
Namun, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia membuat pembangunan nasional memiliki tantangan tersendiri.
“Membangun Indonesia tidak sama dengan negara kontinental yang cukup mengandalkan transportasi darat. Kita perlu memperkuat transportasi multimoda, maritim, penerbangan, dan lainnya baik untuk manusia, barang, maupun jasa,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya mengoptimalkan kekayaan alam agar memiliki nilai tambah sebelum diekspor ke negara lain. AHY juga merespons pernyataan Gubernur Lampung yang menyebut potensi daun sirih di Lampung yang belum diolah secara maksimal.
“Bagaimana kekayaan alam ini bisa kita olah sehingga punya nilai jauh lebih tinggi untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” jelasnya.
Selain sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, AHY mendorong pemanfaatan teknologi, inovasi, dan infrastruktur memadai agar memberikan nilai tambah berkali-kali lipat bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa aset terbesar Indonesia bukan terletak hanya pada sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia (SDM).
Jumlah penduduk produktif yang besar perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas melalui pendidikan dasar, menengah, hingga tinggi.
“Bukan hanya kuantitas, tapi kualitas SDM yang harus kita siapkan dengan serius,” tegasnya.
Secara ekonomi, Indonesia kini masuk dalam 20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia dan telah menjadi anggota G20 sejak 2008. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana pemerataan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
“Kita harus bekerja keras agar Indonesia menjadi negara dengan pendapatan menengah ke atas, bahkan tinggi. Lapangan kerja harus tersedia agar daya beli meningkat dan ekonomi terus bergerak,” jelas AHY.
Ia menambahkan, peningkatan indeks pembangunan manusia atau human capital menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing secara global.
Oleh karena itu, fokus terhadap kualitas pendidikan dan pengembangan SDM menjadi aspek penting dalam pembangunan nasional ke depan. [Delima Kurnia]

Tinggalkan Komentar Anda