Bulan Bagha. | Nathania Shakira
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kegiatan Bulan Bagha kembali digelar oleh Sekelik Himpunan Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung (Sekubal) FKIP Universitas Lampung, Jumat malam (10/10/2025) di Laboratorium Budaya Nuwo FKIP Unila.
Acara yang berlangsung mulai pukul 19.15 WIB hingga 24.00 WIB ini berlangsung meriah dengan dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP Unila, Hermi Yanzi, sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Selain itu, acara ini juga turut dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari kalangan dosen, perwakilan organisasi mahasiswa, serta mahasiswa-mahasiswi dari berbagai angkatan yang memenuhi area Nuwo Budaya FKIP Unila.
Bulan Bagha merupakan tradisi masyarakat Lampung tempo dulu yang biasanya digelar setiap bulan purnama sebagai bentuk rasa syukur, hiburan, serta upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Tradisi ini masih lestari di beberapa daerah hingga kini, termasuk melalui kegiatan yang diadakan oleh Sekubal FKIP Unila.
Di lingkungan Sekubal sendiri, Bulan Bagha memiliki makna khusus, yakni sebagai bentuk penyambutan bagi mahasiswa baru Pendidikan Bahasa Lampung tahun 2025.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat rasa kebersamaan, sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya daerah di kalangan generasi muda.
Tahun ini merupakan tahun ketiga penyelenggaraan Bulan Bagha, dengan mengusung tema “Ngurikko Bara, Ngejaga Budaya Pujama Sekubal Unila” yang berarti sebagai saranan menumbuhkan semangat generasi muda untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan Lampung.
Berbagai persembahan seni ditampilkan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Lampung angkatan 2023 dan 2024.
Selain menjadi tontonan budaya, seluruh penampilan tersebut juga menjadi bagian dari penilaian akademik beberapa mata kuliah.
Program studi Pendidikan Bahasa Lampung juga memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini, baik dari segi materi maupun persiapan.
Rangkaian acara Bulan Bagha 2025 menghadirkan beragam pertunjukan menarik.
Mulai dari tari Temui Agung sebagai tari penyambutan dari Tulangbawang, tari Nyambai yang menggambarkan pertemuan antara muli dan mekhanai dari daerah Saibatin, penampilan gitar klasik, tari Melinting dari Lampung Timur sebagai tari penyambutan tamu sekaligus salah satu inovasi penampilan baru yang menambah variasi dari tahun-tahun sebelumnya, sastra lisan, tarian puncak Cangget Agung dari daerah Pepadun, dan diakhiri oleh prosesi lempar selendang oleh para muli dan mekhanai.
Acara ini terbuka untuk umum, khususnya bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Lampung FKIP Unila, dan berhasil melebihi target jumlah penonton yang telah ditetapkan panitia.
Raihan selaku Ketua Pelaksana mengungkapkan bahwa persiapan acara dilakukan selama tiga minggu dengan berbagai tantangan, terutama dalam hal koordinasi antaranggota.
“Kami berusaha menyadarkan teman-teman bahwa suksesnya acara ini merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Selain itu, Bagus selaku Ketua Umum Sekubal 2025 juga menyampaikan harapannya agar generasi muda dapat bangga untuk menggunakan bahasa daerah Lampung.
Pesan tersebut menjadi penutup hangat bagi malam penuh budaya sekaligus menegaskan peran Sekubal FKIP Unila sebagai garda pelestari budaya Lampung di lingkungan kampus. [Nathania Shakira]

Tinggalkan Komentar Anda