Siswa SMA Tunas Mekar Indonesia gelar Humanity Project
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dalam rangkaian kegiatan Festival of TMI Vision (FTV) tahun 2025, SMA Tunas Mekar Indonesia menggelar program Humanity Project yang berfokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil (UMK) di sekitar lingkungan sekolah, Selasa, 7/10/2025.
Berbeda dari kegiatan sosial pada tahun-tahun sebelumnya seperti membantu sekolah, kali ini para siswa turun langsung terlibat membantu pelaku UMKM kecil, seperti pedagang kaki lima, dalam meningkatkan kualitas usaha mulai dari aspek branding produk hingga pemasaran digital.
Program Humanity Project dilaksanakan sejak 29 September 2025. Kegiatan diawali dengan proses pencarian UMKM yang memenuhi sejumlah kriteria, antara lain usaha perseorangan dengan modal terbatas dan belum memiliki branding yang kuat.
Setelah menemukan mitra yang sesuai, para siswa melakukan berbagai bentuk pendampingan nyata di lapangan.
Berbagai bentuk bantuan diberikan, seperti memperbaiki gerobak dan mengecat ulang agar tampilan usaha lebih menarik, membuatkan banner dan identitas brand, memberikan tambahan modal usaha, hingga mengajarkan teknik pengemasan produk agar lebih menarik bagi konsumen.
Selain itu, siswa juga memberikan pelatihan dasar pemasaran melalui media sosial agar UMKM tersebut dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Melalui program ini, diharapkan pedagang UMKM dapat meningkatkan pendapatan dan memperluas jangkauan konsumen.
Menariknya, kegiatan Humanity Project tidak berhenti pada tahap pelatihan dan pemberian bantuan. Program ini terhubung langsung dengan kegiatan Afternoon Cafe, yang menjadi salah satu agenda utama Festival of TMI Vision.
Dalam Afternoon Cafe, produk-produk dari UMKM binaan dijajakan langsung kepada pengunjung bersama dengan produk buatan siswa. Kolaborasi ini menjadi bentuk keberlanjutan program dan memberikan pengalaman nyata berwirausaha bagi siswa.
Humanity Project menjadi salah satu bentuk nyata implementasi nilai moral integrity yang menjadi visi dari SMA Tunas Mekar Indonesia. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terjun ke dunia nyata untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat. [Delima Kurnia]

Tinggalkan Komentar Anda