Expo Perpustakaan Universitas Lampung 2025. | Dandy HR
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kepala UPA Perpustakaan Unila, Bayzoni, menyoroti tantangan di bidang sumber daya manusia (SDM).
Jumlah pegawai perpustakaan saat ini hanya 27 orang, termasuk sembilan pustakawan. Ini jauh berkurang dibandingkan beberapa tahun lalu.
Ia berharap ada program regenerasi pustakawan agar layanan perpustakaan tetap optimal.
“Sekarang dengan teknologi informasi, mahasiswa mungkin merasa semua bisa dicari lewat Google. Tapi yang menjadi penting adalah tingkat validasi. Harapan kami, perpustakaan menjadi sumber informasi yang terpercaya dan tervalidasi di tengah banjirnya informasi,” kata dia di sela Expo Perpustakaan Universitas Lampung 2025 yang resmi dibuka hari ini di pelataran Gedung Perpustakaan Unila.
Acara tahunan ini mengusung tema “Literasi dalam Ragam Ekspresi Budaya yang Berdampak” dan menghadirkan berbagai kegiatan mulai dari lomba puisi, lomba literasi, bazar, hingga pameran buku dan lukisan.
Bayzoni menjelaskan, perpustakaan tidak hanya identik dengan pendidikan dan penelitian semata, tetapi juga memiliki fungsi pelestarian, informasi, dan rekreasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007.
“Selama ini perpustakaan sering dipandang hanya untuk pendidikan dan penelitian, padahal undang-undang menegaskan ada lima fungsi utama. Ke depan, inilah yang coba kita kembangkan bersama,” ujar Bayzoni.
Ia juga menyinggung soal reakreditasi perpustakaan yang akan dihadapi Unila pada tahun depan.
Dengan status akreditasi A sejak 2022, UPA Perpustakaan terus melakukan persiapan melalui penguatan visi, pengembangan infrastruktur, penambahan koleksi, serta peningkatan layanan. Salah satunya adalah pengadaan jurnal internasional yang hasilnya bisa dimanfaatkan mulai Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak pimpinan fakultas untuk mendorong mahasiswa lebih sering mengunjungi perpustakaan. Menurut catatan, kunjungan mahasiswa rata-rata hanya 6.000 per tahun dari total 45.000 mahasiswa Unila.
“Kalau dihitung, rata-rata mahasiswa hanya sekali masuk perpustakaan selama kuliah. Ini menjadi catatan penting bagi kita semua. Perpustakaan akan kuat jika didukung penuh oleh sivitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa,” tambahnya.
Bayzoni menutup sambutannya dengan mengapresiasi kerja keras panitia dan semua pihak yang telah mendukung Expo Perpustakaan 2025.
Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak nyata bagi penguatan budaya literasi di Unila. [Dandy HR]

Tinggalkan Komentar Anda